SOSIAL & POLITIK

PERSIB BANDUNG

Latest News

Febri dan Zola Bisa Dimainkan Melawan Sriwijaya FC

Febri dan Zola Bisa Dimainkan Melawan Sriwijaya FC
Djanur menyatakan Febri dan Zola menjadi solusi lini depan Persib.

BandungAktual.com -- Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman, menyatakan lega dengan kembali bergabungnya Gian Zola dan Febri Hariyadi usai keduanya menjalani pemusatan latihan bersama Timnas Indonesia U-22.

Kehadiran Febri dan Zola membuat Djanur percaya diri menatap laga melawan Sriwijaya FC  di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (29/4/2017).

Djanur menyatakan keduanya menjadi solusi lini depan Maung Bandung.

"Febri dan Zola berharap membantu. Sampai saat ini kita masih pusing tanpa keduanya. Harus memainkan tiga pemain muda tanpa dua ini cukup repot," terang Djanur.

"Dua pertandingan bisa cetak gol, ini modal awal. Bahkan bukan dua gol kalau wasit jeli gol-gol yang dianulir tidak offside dan tim banyak menciptakan peluang. Lini depan ada solusi," tegasnya.

Namun, Persib dipastikan masih tidak diperkuat penyerang murni Sergio Van Dijk yang masih menjalani terapi pemulihan cederanya. 

"Sergio masih belum. Masih pelan-pelan latihan. Saya prediksi belum bisa turun," tuntasnya.

Mengenai Billy Keraf, Djanur menyatakan, jajaran pelatih berusaha meningkatkan kebugaran pemain muda tersebut dengan memberikan menu latihan tambahan.

"Kondisinya enggak kuat dan masih menyisakan dua pos latihan yang belum dia tempuh. Bayangkan, pemain sekelas Sergio [Van Dijk] yang sudah lama tidak latihan saja tidak bisa diimbangi Billy. Parah sekali kondisi fisiknya,” kata Djanur dikutip persib.co.id.*


Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at:

Survei: 17 Nama Ramaikan Bursa Cawalkot Bandung 2018

Survei: 17 Nama Ramaikan Bursa Cawalkot Bandung 2018
Oded M. Daniel Terpopuler sebagai Cawalkot Bandung 2018

BandungAktual.com -- Sebanyak 17 nama meramaikan bursa bakal calon Wali Kota Bandung 2018.

Dari ke-17 nama yang terjaring, beberapa di antaranya nama baru yang belum muncul di hasil survei cawalkot Bandung sebelumnya, yakni Yana Mulyana, Iwa Garniwa, dan Sodik Mudjahid.

Tiga nama yang muncul di survei sebelumnya, yakni Ridwan Kamil, Achmad Nugraha, dan Deden Rumaji, di survei kali ini tidak muncul. Ridwan Kamil tidak masuk karena akan maju di Pilgub Jabar 2018.

Ke-17 nama yang masuk Bursa Cawalkot Bandung 2018 ini hasil survei Pusat Kajian Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Bandung bekerja sama dengan Jaringan Masyarakat Peduli Demokrasi (JMPD).

Salah satu dari mereka diprediksi bakal menjadi pengganti Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, yang akan habis masa jabatannya tahun 2018 dan maju di Pilgub Jabar 2018.

Menurut Dekan FISIP UIN Bandung, Dr. H. Sahya Anggara, survey dilakukan terhadap warga Kota Bandung yang sudah memiliki hak pilih dengan quesioner disebar padu sampel stratified random sampling di tingkat kelurahan dengan jumlah 1000 responden.

"Survei pra-pencalonan Walikota Bandung kami selenggarakan dari mulai 3 — 9 April 2017. Berjumlah 1.000 warga yang telah memiliki hak pilih, tersebar di 30 kecamatan se-Kota Bandung. Pemilihan jumlah responden per-kecamatan berdasarkan metode Cluster dengan target komposisi secara purposif dari profesi pedagang, buruh, petani, PNS, serta pelajar dan mahasiswa dengan tingkat kepercayaan 95 %, sehingga memiliki margin of error maksimal 5 %," ujar Sahya Anggara dalam rilisnya seperti dikutip laman PRFM, Selasa (25/4/2017).

Secara kuantitatif, disampaikan Sahya, hasil survey menunjukkan bahwa ke-17 nama yang terjaring memiliki tingkat popularitas variatif. Ke-17 nama tersebut, yakni, Oded M. Daniel (24,05%), Ayi Vivananda Yana Mulyana (9,09%), M. Farhan (7,16%), Yossi Irianto (6,96%). Erwan Setiawan (6,19%), Ricky Subagja (5,11%), Gatot Tjahyono (3,90%), Iwa Garniwa (3,90%), Ledia Hanifah (3,30%), Fiki Satari (2,90%), Teddy Rusmawan (2,86%), Tate Qomarudin (257%), Edwin Sandjaya (2,45%), Haru Suandaru Sodik Mudjahid (1,81%), Arfiana Rafnialdi (1 ,33%), dan Iain-Iain (4, 18%).

Berdasarkan hasil survey tersebut menunjukkan bahwa tiga besar bakal calon pengganti Ridwan Kamil, dua di antaranya sedang menjadi dan pernah menjabat sebagai Wakil Walikota Bandung, yakni Oded M. Daniel (Wakil Walikota sekarang) dan Ayi Vivanda (mantan Wakil Walikota Periode sebelurnnya). 

Keduanya adalah aktivis partai politik dari PKS dan PDI Perjuangan. Satu orang lagi, yang menduduki ranking ke-3 adalah Yana Mulyana yang dikenal sebagai Ketua FKPPI Jawa Barat dan Ketua PSSI Kota Bandung.

"Selama ini nama Yana Mulyana tidak beredar dalam percaturan politik di Kota Bandung karena ia bukan aktivis partai politik," sambung Sahya.

Namun, dalam survey yang memberikan kesempatan kepada seribu warga Bandung untuk menilai mana diantara ke-17 nama tersebut yang memang layak menjadi Walikota Bandung, di posisi tiga besar mengalami perubahan.

Oded M. Daniel tetap bertengger di ranking ke-1 dengan (30,52%), Yana Mulyana (5,79%), M. Farhan (5,69%), Ayi Vivananda (5,69%), Yossi Irianto (4,90%), Erwan Setiawan Ricky Subagia (4,80%), Gatot Tjahyono (2,60%), Iwa Garniwa Ledia Hanifah (3,00%), Fiki Satari (2,40%), Teddy Rusmawan (1,30%), Tate Qomarudin Edwin Sandjaya Haru Suandaru (1,70%), Sodik Mudjahid (1,400/0), Arfiana Rafnialdi (1,10%), dan Iain-Iain (19,38%).

"Persentase lainnya cukup besar 19,38 %, di antara warga Bandung masih ada yang menghendaki Ridwan Kamil jadi Walikota Bandung," tambah Sahya.

Berdasarkan hasil survey yang sama, warga Kota Bandung lebih menghendaki Walikota Bandung berasal dari jalur Independen (26,60 %), sedangkan yang menghendaki dari Partai Politik lebih cenderung pada persebaran yang hampir merata, yakni, PKS (10,60%), Demokrat (10,3%) Golkar (9,50%), PDIP (8,80 %), Nasdem (4.80 %) sisanya belum menentukan pilihan (1,5 %).

Dari hasil survei lainnya, nama Oded M. Danial juga paling populer.

Daftar 17 Nama Bakal Calon Wali Kota Bandung 2018 versi UIN-KMPD

  1. Oded M. Daniel
  2. Ayi Vivananda 
  3. Yana Mulyana
  4. M. Farhan
  5. Yossi Irianto
  6. Erwan Setiawan
  7. Ricky Subagja
  8. Gatot Tjahyono
  9. Iwa Garniwa
  10. Ledia Hanifah
  11. Fiki Satari
  12. Teddy Rusmawan
  13. Tate Qomarudin
  14. Edwin Sandjaya
  15. Haru Suandaru 
  16. Sodik Mudjahid
  17. Arfiana Rafnialdi

Daftar 17 Nama Bakal Calon Wali Kota Bandung 2018 versi UPI-Indobarometer

  1. Ridwan Kamil
  2. Oded M. Danial
  3. Yossi Irianto
  4. Erwan Setiawan
  5. Teddy Rusmawan
  6. Haru Suandaru
  7. Tate Qomarudin
  8. Ricky Subagja
  9. Gatot Tjahyono
  10. Deden Rumaji
  11. Ledia Hanifah Amaliah
  12. Achmad Nugraha
  13. Edwin Sandjaya
  14. Ayi Vivananda
  15. Arfiana Rafnialdi
  16. Fiki Satari
  17. Farhan.

Daftar Nama Bakal Calon Wali Kota Bandung Terpopuler versi Instrat

  1. Oded M Danial
  2. Atalia Praratya
  3. M Farhan
  4. Fiki Satari 
  5. Arfiana Rafnialdi 
  6. Yosi Irianto

Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at:

Koalisi PKS-Gerindra Lirik Deddy Mizwar di Pilgub Jabar 2018

Koalisi PKS-Gerindra Lirik Deddy Mizwar di Pilgub Jabar 2018
BandungAktual.com - Partai Gerindra berkoalisi dengan PKS di Pilgub Jabar 2018. Sejumlah nama dipertimbangkan untuk diusung, termasuk Deddy Mizwar yang kini menjabat sebagai Wagub Jabar.

"Gerindra akan dengan PKS. Survei 'kan yang cukup besar itu adalah Deddy Mizwar, itu dari PKS. Gerindra sendiri fokus pada kader internal, yang muncul hingga saat ini adalah ketua DPD Gerindra Jabar Pak Mulyadi, saya sendiri, dan ada calon lain yang potensial, Ariza, Kardaya," ujar Ketua DPP Gerindra, Sodik Mudjahid, Rabu (26/4/2017).

Nama-nama lain yang dibidik oleh Gerindra, salah satunya adalah Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Jabar, Agung Suryamal, akan dibawa ke Rapimda Gerindra Jabar.

"Sedangkan kader eksternal adalah ketua Kadin Agung, sementara petanya seperti itu. Dan akan dibawa ke rapat pimpinan daerah tanggal 1 dan 2 ini, dan nanti ke DPP," sambung Sodik dikutip Detik.

Sodik mengatakan, hasil dari Rapimda akan diserahkan ke DPP Gerindra. Namun, soal nama yang akan diusulkan Gerindra untuk maju dalam Pilgub Jabar 2018 masih dinamis.

"Hasil Rapimda itu 1-2 Mei, itu akan diserahkan ke DPP. Tapi politik kan sangat dinamis, kayak di Jakarta 'kan tiba-tiba ada Anies-Sandi. Sangat amat dinamis. Tapi prinsipnya Gerindra ingin, baik di Jabar atau daerah lain, dari kader sendiri," kata Sodik.

Gerindra mengindikasikan akan berkoalisi dengan PKS di Pilgub Jabar 2018. Tidak menutup kemungkinan, Gerindra juga akan berkoalisi dengan PAN.

"Hampir seperti itu, Gerindra dan PKS. Hanya mungkin nanti ada tambahan partai lain. Kita harapkan PAN bergabung, partai lain juga," ujarnya.

PAN Bertemu Dedi Mulyadi


Di sisi lain, Ketum PAN, Zulkifli Hasan, sudah bertemu dengan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi. Dalam pertemuan, disinggung juga masalah Pilgub Jabar 2018.

Menurut Sekjen PAN Eddy Soeparno yang juga hadir dalam pertemuan tersebut, Dedi merupakan salah satu kandidat Pilgub Jabar 2018 yang tengah dikaji PAN.

"Kebetulan Kang Dedi salah seorang kandidat Gubernur Jabar yang juga tengah dikaji oleh PAN di samping Ridwan Kamil dan Deddy Mizwar. Dan tentunya kader PAN sendiri seperti Desy Ratnasari, Bima Arya, dan Primus Yustisio," ujar Eddy.

PAN masih membuka kemungkinan berkoalisi dengan sejumlah partai di Pilgub Jabar 2018. Termasuk Golkar yang merupakan partai Dedi bernaung.

Deddy Mizwar, Dedi Mulyadi, juga nama-nama yang muncul di bursa Pilgub Jabar 2018 belum dideklarasikan partai mana pun sebagai Cagub.

Sejauh ini baru Ridwan Kamil alias Emil yang sudah diusung Partai NasDem dan melakikan sosialisasi ke daerah. 

Gerindra Sulit Usung Emil

Emil diusung Gerindra-PKS dalam Pilwalkot 2013. Namun, untuk Pilgub Jabar, Emil sudah diusung Nasdem.

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, partainya sulit untuk mengusung Emil karena telah dideklarasikan PartaiNasdem, yang merupakan partai pendukung pemerintahan Joko Widodo- Jusuf Kalla.

Apalagi, kata Fadli, Nasdem berencana mendukung Jokowi pada Pilpres 2019.

"Pak Ridwan Kamil yang kami baca di media itu didukung PartaiNasdem yang mensyaratkan untuk mendukung Pak Jokowi sebagai calon presiden (capres) dan tentu saja sementara kami akan mendukung Pak Prabowo sebagai capres," ujar Fadli, Selasa (25/4/2017).

Dengan demikian, Fadli mengatakan, Gerindra dan Emil memiliki perbedaan kepentingan politik jangka panjang.

Ia menegaskan, meski pada Pilkada Kota Bandung 2013 silam Emil diusung oleh Gerindra dan PKS, partainya tak akan mengusungnya karena telah dideklarasikan partai yang mendukung pencapresan Jokowi di Pilpres 2019.

"Ya kalau benar apa yang jadi pemberitaan sudah ada teken kontrak ( Ridwan Kamil) ke Pak Jokowi di (Pilpres) 2019, ya tentu agak berbeda kepentingan kami. Walaupun kemarin yang mendukung Ridwan KamilGerindra dan PKS," kata Fadli. (detik.com/kompas.com/republika.co.id).*

Busa Nama Bakal Calon Gubernur Jabar 2018

  1. Ridwan Kamil
  2. Deddy Mizwar
  3. Dedi Mulyadi
  4. Dede Yusuf
  5. Dessy Ratnasari
  6. Netty Heryawan
  7. Tb Hasanuddin
  8. Iwan Sulanjana
  9. Saan Mustafa



Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at:

Persib vs Sriwijaya FC: Ratusan S-Man Datang ke Bandung

Persib vs Sriwijaya FC: Ratusan S-Man Datang ke Bandung
BandungAktual.com -- Ratusan suporter Sriwijaya FC, Sriwijaya Mania (S-Man), berencana datang ke Bandung untuk mendukung langsung Sriwijaya FC yang dijamu Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Bandung, Sabtu (22/04/17).

Ketua S-Man, Eddy Ismail mengatakan, S-Man Sumsel mengerahkan ratusan anggotanya untuk mendukung Laskar Wong Kito.

"Yang berangkat 107 orang dengan sistem estafet," kata Eddy dikutip Tribun Sumsel.

Eddy mengatakan, selain S-Man Sumsel, Korda S-Man dari Tangerang memberangkatkan 25 orang anggota. Sriwijaya Mania Bogor tercatat 35 orang yang berangkat.

S-Man dari Jakarta ada 14 orang. Sriwijaya Mania Cirebon ada 8 orang. Korda S-Man Purwakarta ada 16 orang berangkat ke Bandung, dan Sriwijaya Mania Bandung 30 orang.

"Inilah yang masuk koordinasi dengan saya. Kita juga sudah koordinasi dengan Viking. Sriwijaya Mania nanti akan berada di tribun utara bersama suporter Viking," ujarnya.*


Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at: