SOSIAL & POLITIK

PERSIB BANDUNG

Latest News

Golkar Bandung Ajukan Deden Hidayat dan Yossi Irianto Untuk Pilwalkot 2018

Golkar Bandung Ajukan Deden Hidayat dan Yossi Irianto Untuk Pilwalkot 2018
BandungAktual.com -- DPD Partai Golkar Kota Bandung mengajukan dua nama untuk menjadi calon Wali Kota Bandung pada Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Bandung 2018, yakni Deden Hidayat dan Yossi Irianto.

Deden Hidayat adalah Ketua DPD Partai Golkar Bandung. Yossi Irianto adalah Sekda Kota Bandung.

Menurut Deden Hidayat, dua nama calon tersebut diputuskan dalam rapat pleno yang diperluas, Selasa (20/6/2017).

"Rapat pleno diperluas dihadiri seluruh unsur, baik dari unsur Golkar Jabar, Dewan Penasihat, pengurus Golkar Bandung, 30 ketua tingkat kecamatan, 151 pengurus Golkar tingkat kelurahan. Termasuk ormas pendiri dan yang didirikan," jelas Deden, dikutip PRFM News, Kamis (22/6/2017).

Disepakati, Golkar Kota Bandung memunculkan dua nama dari internal dan eksternal.

"Dari unsur internal yang diusung untuk maju yaitu saya sendiri selaku Ketua DPD Partai Golkar Kota Bandung. Sedangkan dari eksternal yaitu Pak Yossi Irianto, selaku Sekda Kota Bandung," jelas Deden.

Selanjutnya, dua nama tersebut akan diusulkan ke DPD Partai Golkar Jawa Barat dan pimpinan pusat partai di Jakarta.

"Artinya, ini nanti dikaji oleh Golkar Jabar dan diusulkan ke DPP untuk mendapat rekomendasi," terangnya.

DPP Partai Golkar dan DPD Partai Golkar Jawa Barat akan melakukan survei dan penilaian atas dua kandidat, baik dari sisi popularitas maupun elektabilitasnya.

Rapat Pleno yang diperluas pun menginstruksikan agar seluruh kader bisa mengoptimalkan konsolidasi, baik internal maupun eksternal.

"Salah satu putusan yang sangat penting, komitmen untuk mendukung Deddy Mulyadi dalam memenangkan Pemilihan Gubernur Jabar 2018," jelas Deden

Nama Yossi Irianto selalu muncul dalam survei-survei tentang Cawalkot Bandung 2018. Selain keduanya, nama lainnya antara lain Wali Kota Bandung Oded M Danial yang merupakan calon terpopuler.

Sejauh ini tidak kurang dari 17 nama muncul dalam Bursa Cawalkot Bandung 2018. Terpopuler diraih Oded M Danial, M Farhan, Fiki Satari, Arfiana Rafnialdi, dan Yosi Irianto.

Oded M Danial akan diusung PKS dan Gerindra. Nama lainnya akan dimunculkan PDIP dan Partai Demokrat yang melakukan penjaringan nama Cawalkot Bandung 2018 untuk menggantikan Ridwan Kamil yang menyatakan maju di Pilgub Jabar 2018.*


Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at:

Ridwan Kamil Akan Shalat Idul Fitri di Kawasan Stadion GBLA Gedebage

Ridwan Kamil Akan Shalat Idul Fitri di Kawasan GBLA Gedebage dalam rangka salat Ied keliling.

Ridwan Kamil Akan Shalat Idul Fitri di Kawasan Stadion GBLA Gedebage
BandungAktual.com -- Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menurut rencana akan melaksanakan Shalat Idul Fitri 1438 Hijriyah bersama warga Kelurahan Rancanumpang Kecamatan Gedebage di kawasan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Gedebage Bandung, Minggu (25/6/2017).

Infomasi ini diungkapkan Camat Gedebage, Bambang Sukardi, kepada panitia Shalat Id di Kelurahan Rancanumpang.

Ridwan Kamil sendiri menyatakan, selama memimpin Kota Bandung, dirinya shalat id di tempat yang berbeda di wilayah Kota Bandung.

"Kan salat ada dua, ada salat Idul Fitri dan Idul Adha. Nah selama lima tahun kepemimpinan saya, salatnya berbeda tempat," katanya.

Seusai salat di Gedebage, Ridwan Kamil akan menggelar Open House di Pendopo. Ia mengundang warga Bandung untuk bersilaturahmi.

Namun, sebelum open house, Ridwan Kamil terlebih dahulu akan berkunjung ke Gedung Negara Pakuan bersilaturahmi dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. "Insya Allah, saya Lebaran keluarganya hari ketiga ke Subang," katanya.

Untuk menghangatkan suasana open house, pihaknya mempersilakan datang ke rumah dinas Pendopo mulai dari pukul 10.00 sampai dengan 13.00 WIB. "Warga Bandung, silakan datang ditunggu. Kita silaturahmi, berfoto bersama," ujarnya.*


Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at:

Persib Bandung Pastikan Rekrut Striker Baru

Persib Bandung Pastikan Rekrut Striker Baru
Sergio Cedera. Cole Mandul. Persib Bandung Pastikan Rekrut Striker Baru.


BandungAktual.com -- Persib Bandung dipastikan merekrut striker baru dan melepas salah satu penyerang yang ada, kemungkinan besa Carlton Cole.

Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman, mengaku mulai berancang-ancang mencari striker baru untuk mengatasi masalah lini depan Maung Bandung. Terlebih, saat ini Persib didera krisis lini depan pasca-cedera parah yang dialami Sergio van Dijk.

"Striker menjadi prioritas karena kami tahu, dua striker kami satu cedera, dan Carlton Cole masih belum optimal. Praktis kami akan mencari striker," ucap Djanur, Rabu (21/6/2017), dikutip Kompas.com.

Djanur mengakui, ada korban di balik rencananya tersebut. Namun, ia masih bungkam soal calon striker Persib yang berpotensi terdepak. "Sudah pasti, harus ada yang dilepas," ucapnya.

Persib termasuk mandul di lini depan. Hingga pekan ke-11, Maung Bandung baru mengoleksi 9 gol. Jumlah itu setara dengan koleksi gol bomber Madura United Peter Odemwingie.

Ironisnya, tak satu pun dari 9 gol yang dicetak Maung Bandung itu dibuat oleh strikernya. Sergio, Cole, dan penyerang muda Angga Febriyanto belum mencetak satu gol pun buat Persib di Liga 1.

Pasca libur lebaran, Persib akan menghadapi lawan-lawan berat, yakni PSM Makassar, Madura United, dan Persela Lamongan.

"Ini akan menjadi laga yang sulit. Karena memang jadwal berdekatan. Ditambah lawan-lawan yang keras, walaupun sejak awal saya sampaikan semua lawan sulit tidak ada yang mudah. Khusunya, yang akan dihadapi di depan besok Makassar, Madura, Lamongan, dan Mitra Kukar, semua papan atas semua, jeda waktunya dua tiga hari," ujar Djanur.

Djanur terpaksa kembali mengandalkan Tantan dan Shohei Matsunaga untuk mengisi posisi penyerang.*


Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at:

PDIP Akan Usung Dedi Mulyadi atau Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018

PDIP Akan Usung Dedi Mulyadi atau Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018
Tiga Bakal Calon Gubernur Jabar 2018 Terpopuler:
Dedi Mulyadi, Ridwan Kamil,  Deddy Mizwar.*
BandungAktual.com -- PDIP kemungkinan mengusung Dedi Mulyadi atau Ridwan Kamil pada Pemilihan Gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar) 2018.

Menurut Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil berpotensi diusung PDIP sebagai bakal calon gubernur Jabar 2018.

“Sebenarnya kami tidak ingin banyak bicara nama, karena konsolidasi itu bukan hanya bicara figur, tetapi soal kepartaian juga,” katanya dalam siaran pers yang diterima Antara, Rabu (21/6/2018).

Menurut Hasto, semua figur yang ingin memenangkan Pilgub Jabar pada 2018 harus mau bekerja membangun basis di tengah masyarakat.

Dedi yang kini menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat itu diharapkan untuk terus membangun konsolidasi ke lapangan, untuk menaikkan elektabilitasnya.

Ia mengakui ada nama selain Dedi Mulyadi yang berpotensi diusung PDIP, yakni Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

Nama Dedi Mulyadi dan Ridwan Kamil diakuinya banyak disebut-sebut di internal partai, meski keduanya bukan kader PDIP.

Dedi Mulyadi sendiri merupakan tokoh sentral di Partai Golkar Jawa Barat. Sedangkan Ridwan Kamil bukan merupakan kader dari partai mana pun dan sudah diusung Partai NasDem.

Jika mengusung Dedi di Pilgub Jabar 2018, PDIP kemungkinan berkoalisi dengan PKB. Jika mendukung Ridwan Kamil, maka PDIP akan bergabung dengan Partai NasDem plus PKB.

Bakal Calon Gubernur Jabar 2018 terpopuler, Deddy Mizwar, kemungkinan diusung Gerindra dan PKS.*


Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at:

Prestasi Turun-Naik, Legenda Persib Salahkan Regulasi Pemain Muda

Prestasi Turun-Naik, Legenda Persib Salahkan Regulasi Pemain Muda
BandungAktual.com -- Regulasi kewajiban menurunkan pemain muda dituding sebagai penyebab turun-naiknya prestasi Maung Bandung di kompetisi Liga 1 2017.

Tudingan itu dikemukakan legenda hidup Persib, Yusuf Bachtiar. Menurut Yusuf, regulasi baru yang diterapkan PT Liga Indonesia Baru (LIB) soal kewajiban setiap tim menampilkan pemain muda merupakan salah satu faktor tidak maksimalnya performa Maung Bandung saat ini.

Dalam regulasi tersebut memang disebutkan bahwa setiap tim harus menurunkan tiga pemain U-23 minimal selama 45 menit.

"Peraturan baru. Itu tentu berpengaruh. Bukan hanya Persib, lihat Arema dan tim lain. Grafiknya hampir sama dengan Persib," jelasnya, Selasa (20/6/2017) dikutip situs resmi Persib.

Meski begitu, pria berusia 55 tahun ini tidak serta menyalahkan regulasi itu. Ia menilai Persib hanya butuh waktu saja untuk beradaptasi dengan peraturan baru.

Pelatih Persib Djadjang Nurdjaman juga kerap mengeluhkan regulasi soal pemain muda ini. Menurut Djanur, regulasi tiga pemain muda sebagai starter. Regulasi tersebut dinilai memberatkan tim-tim peserta Liga 1.

Kualitas pemain muda yang berbeda di antara para peserta Liga 1 menjadi penyebabnya. Apalagi regulasinya mengatur tiga pemain muda yang harus dimainkan minimal dalam satu babak, meski ada pergantian sampai lima pemain.

"Buat kami para pelatih kalau sampai tiga untuk memainkan tiga pemain ini cukup memberatkan. Boleh ditanya kepada pelatih manapun," ucapnya.

Dikemukakannya, stok pemain muda yang memiliki kualitas dan layak bermain kompetisi paling tinggi di Indonesia ini masih terbatas.

"Pemain muda yang potensi, yang sudah layak main di tim senior itu masih terbatas di masing-masing klub," katanya.

Sebelum bermain di tingkat senior, kata Djajang, para pemain muda harusnya ditempa terlebih dahulu di kompetisi kelompok umur. Sehingga mental bermain para pemain muda ini bisa terlatih.

"Matangnya pemain jujur harus melalui kompetisi. Artinya sebelum masuk ke Persib harus dilibatkan dalam kompetisi di bawahnya. Itu mungkin cara untuk mendongkrak pemain muda agar siap mental untuk berlaga di Liga 1," ujarnya.

Meski begitu, Djajang tetap berpikir positif bila regulasi ini untuk membentuk dan menambah stok pemain ke tim nasional. "Regulasinya ini mungkin positif untuk tim nasional. Saya percaya itu. Apa yang ada ide dibenak bapak Ketua Umum PSSI," ucapnya.

Sialnya, dua pemain muda andalan Persib, Febri Hariyadi dan Gian Zola, kerap absen karena harus memperkuat Timnas U-22. Otomatis, Persib kekurangan stok pemain muda yang memiliki kualitas pemain senior.

Keluhan soal regulasi pemain muda paling sering disuarakan Persib. Tim lain tampak relatif tidak bermasalah soal pemain muda dan tampil optimal sejauh ini, seperti PSM Makassar, Madura United, dan tim penghuni papan atas klasemen Liga 1 lainnya.*


Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at: