Balada Dada dan Edisis: Pelajaran Buat Politisi Kota Bandung

Posted by Bandung Aktual on April 30, 2014 | Follow @bandungaktual

BandungAktual.com -- Balada mantan Wali Kota Bandung Dada Rosada dan mantan Sekda Kota bandung Edis Siswadi (Edisis) semoga menjadi pelajaran buat politisi Kota Bandung dan umumnya politisi di Indonesia.

Dada Rosada divonis hukuman penjara 10 tahun. Edisis harus mendekam di sel selama 8 tahun. Sungguh tragis, suatu hal yang sangat menyedihkan dan memprihatinkan.

"Pengabdian" selama puluhan tahun sebagai "pelayan" warga Kota Bandung seakan lenyap begitu saja, tanpa tanda jasa dan penghormatan. Orang-orang yang selama ini merapat, ngadeukeutan, bahkan ngudag-ngudah Dada dan Edisi demi proyek dan "amplop", entah ke mana...

Selama menjabat wali kota, Dada dikenal sebagai pejabat yang "suka diabring-abring", termasuk "dikawal" oleh berbagai ormas kepemudaan. Kini, tidak ada yang bisa dilakukan oleh "para pengawal" Dada dan Edi, selain "ikut nyumput" karena takut juga dibui.

Balada Dada dan Edisis, sebuah Pelajaran berharga Buat Politisi Kota Bandung. Bahwa menduduki jabatan penting di pemerintahan itu banyak godaan, ujian harta dan wanita! Apalagi wanita di Bandung mah "terkenal taeun" di seluruh Indonesia, he he...

KEPADA para politisi yang baru terpilih sebagai anggota DPDR Kota Bandung, waspadalah! Jangan mulai menghitung "balik modal" kampanye! Ingat selalu, balada Dada dan Edisis sebagai peringatan agar waspada. Jangan macam-macam, jangan korupsi, jangan curang, jangan "main perempuan", dan sing amanah sebagai wakil rakyat! Kade ah..!!!!

Bisa saja, Dada dan Edisis sebenarnya adalah korban, korban sistem, korban keadaan, dan korban ambisi kekuasaan dan haus harta, baik ambisi pribadi maupun ambisi kelompoknya.

Sing sabar we, Pak Dada dan Pak Edi... ada kesempatan untuk taubatan nasuha kepada Allah SWT. Semoga husnul khotimah, meskipun karier politiknya su-ul khotimah. Wasalam. (AD, warga Kota Bandung).*

» Hatur Nuhun sudah baca Balada Dada dan Edisis: Pelajaran Buat Politisi Kota Bandung

Previous
« Prev Post

0 Response to "Balada Dada dan Edisis: Pelajaran Buat Politisi Kota Bandung"