Kisruh PPDB Kota Bandung Akibat Penetapkan Perwal Mendadak

Posted by Bandung Aktual on July 10, 2014 | Follow @bandungaktual

PPDB Kota Bandung
BandungAktual.com -- Kisruh dan karut-marut pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2014 Kota Bandung dinilai Pengamat Pendidikan Eko Purwono akibat Pemerintah Kota Bandung terlalu mendadak dalam menetapkan Perwaturan Walikota (Perwal) PPDB 2014.

Penetapan yang mendadak itu sehingga terkesan kurang persiapan di lapangan dan terjadi kisruh.

"Selain itu, Perwal tersebut juga belum dibuatkan naskah akademiknya sehingga tidak ada simulasi dan sosialiasi kepada para pihak yang terkait dengan Perwal tersebut," kata Eko seperti dikutip pikiran-rakyat.com Kamis (10/7/2014). 

Menurutnya, Perwal PPDB 2014 sebetulnya bukan hal baru yang memberi angin segar dan jalan keluar bagi permasalahan pendidikan di kota Bandung. "Perwal PPDB 2014 adalah Perwal hasil tambal sulam dari Perwal yang sebelumnya ada," terangnya.

Eko mengaku pernah dilibatkan dalam pembuatan gagasan draft Perwal tersebut. Namun dari 8 perbahasan atas draft tersebut, Eko hanya mengikuti 2-3 kali. Lagi pula, kata dia, saat itu ada dua draft.

Ia hanya memberikan pembahasan atas pembahasan draft tersebut via email karena pada pembahasna berikutnya tidak diundang lagi.
Namun demikian, Eko menggarisbawahi, kadung sekarang Perwal itu sudah diberlakukan. Maka yang harus dilakukan oleh Pemkot dan Disdik Kota Bandung adalah melakukan evaluasi terbuka dengan seluruh stakeholder yang terkait dengan Perwal tersebut.

Setelah itu, Disdik dan para pihak juga harus segera membuat naskah akademik dari Perwal yang dimaksud agar ke depan dapat melakukan simulasi dan dilanjutkan dengan sosialisasi.

Naskah akademik yang dimaksud antara lain membahas landasan hukum dari Perwal tersebut, mulai dari UU, Kepmen, Perda Provinsi, sampai ke Perwal sehingga landasan hukum, kerangka berpikir, dan tujuan Perwal tersebut jelas.

“Ini harus dimulai sekarang, agar April-Mei nanti naskah akademik, simulasi, dan sosialisasi Perwal tersebut sudah dapat selesai dan pada musim PPDB tahun depan masyarakat tidak akan bingung lagi saat menyekolahkan putra-putrinya,” kata Eko.

Sebuah perubahan menurut Eko, perlu diberlakukan secara bertahap dan tidak serta merta seperti pemberlakuan PPDB Kota Bandung 2014 lalu.

Adanya sosialisasi melalui workshop dengan berbagai pihak, akan membantu masyarakat dan sekolah memahami keinginan Perwal tersebut. Termasuk petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) nya.

Hal ini, kata Eko terkait dengan pelaksaan PPDB di lapangan. Contohnya ada jalur-jalur dalam PPDB seperti jalur akademik, jalur prestasi, jalur afirmasi, dan jalur prestasi.

“Masyarakat yang berasal dari kalangan tidak mampu, mungkin malu mengaku saat menadaftar anaknya ke jalur afirmasi. Kalau ada simulasi dan sosialisasi terlebih dahulu, mungkin tidak akan terjadi demikian,” ujar Eko.

Termasuk dalam penyediaan sarana dan prasana PPDB. Kemungkinan dapat dilibatkan siswa SMK dalam penyiapan IT nya di sekolah. Yang paling prinsip dalam hal penetapan pungutan.

Dalam berbagai kebijakan nasional maupun pemprov, kata Eko, pemerintah melarang adanya pungutan kepada siswa saat PPDB. Hal ini berkaitan dengan program “Wajar Dikdas 9 Tahun”.

Eko mengungkapkan masih banyak ditemukan adanya pungutan pada PPDB dan itu tidak sesuai dengan UU dan peraturan  pemerintah. "Masih ada pungutan dari SD ke SMP,” tegas Eko.*

» Hatur Nuhun sudah baca Kisruh PPDB Kota Bandung Akibat Penetapkan Perwal Mendadak

Previous
« Prev Post

0 Response to "Kisruh PPDB Kota Bandung Akibat Penetapkan Perwal Mendadak"