Walhi Jabar dan Warga GCA Boikot Sosialisasi PLTSa

Posted by Bandung Aktual on October 31, 2014 | Follow @bandungaktual

Walhi Jabar dan Warga GCA Boikot Sosialisasi PLTSa
BandungAktual.com -- Wahana Lingkungan Hidup Jawa Barat (Walhi Jabar) dan sejumlah warga Griya Cempaka Arum (GCA) memboikot sosialisasi pabrik sampah PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) di Hotel Aston Pasteur, Jln. Dr Djunjunan, Kamis (30/10/2014).

Sosialisasi dilakukan pemenang tender PLTSa, PT Bandung Raya Indah Lestari (PT BRIL) dan perusahaan dari China, Hangzhou Boiler Group Co (HBG), yang mengklaim teknologi insenerator PLTSa akan aman bagi lingkungan. 

Walhi Jabar memilih melakukan aksi di depan hotel dengan membentangkan sejumlah spanduk dan poster berisi penolakan terhadap PLTSa yang akan dibangun tepat di samping stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) itu.

Spanduk yang mereka bawa tersebut di antaranya bertuliskan "Tolak PLTSa", "no incenator di BDG" sampai ada gambar wajah Ridwan Kamil yang digabungkan dengan wajah Wali Kota sebelumnya, Dada Rosada, dengan tulisan "Serupa Tapi Tak Sama".

Direktur Eksekutif Walhi Jabar, Dadan Ramdan, mengatakan, kedatangan Walhi Jabar ke Hotel Aston untuk memboikot kegiatan dimana ada pembahasan tindak lanjut mengenai PLTSa Gedebage.

"Jadi kita membokot pertemuan yang digagas pemkot terkait tindak lanjut PLTSa, dimana pertemuan itu PT ini (PT. BRIL) ini akan menjelaskan teknologi yang akan dijelaskan," kata Dadan pada wartawan di depan Hotel Aston.

Dadan mengakui, dalam acara ini Walhi Jabar pun turut diundang mengikuti penjelasan mengenai tindak lanjut PLTSa. Namun, ia enggan untuk masuk kedalam dikarenakan menurutnya, pihak Walhi sudah jelas menolak pembangunan PLTSa.

"Kalau pun mereka mau jalan silahkan saja, saya dari awal sudah menyatakan menolak, karena dari pertemuan ini akan dijadikan dasar penandatanganan," ujarnya didampingi sejumlah warga GCA --warga sekitar lokasi PLTSa.

Ketua RW 05 Rancanumpang Gedebage, Ramram Mansur Ramdani, mengungkapkan, dirinya bersama sejumlah warga masuk ke ruangan sosialisasi di lantai 2 hotel. Namun, baru beberapa saat duduk, sudah diminta menandatangani sebuah berkas.

"Langsung disuruh tanda tangan, saya tidak tahu apa isi pernyataannya, tidak disertakan dalam lembar tanda tangan. Tapi di bagian akhir berkas itu ada pernyataan mendukung PLTSa. Saya tidak mau," kata Ramram yang juga Ketua Forum RW Rancanumpang ini.

Maka ia pun memilih keluar ruangan dan bergabung dengan Walhi Jabar yang melakukan aksi demo di depan hotel.

Seorang warga GCA yang juga aktivis Walhi Jabar juga menyempatkan masuk ke ruangan. Ia pun mengaku diminta tandatangan dukungan PLTSa dan menolaknya.

Warga juga mempertanyakan sosialisai yang dilakukan di hotel, di hari dan jam kerja, serta jauh dari permukiman penduduk sekitar lokasi PLTSa. "Mestinya sosialisasi kepada warga, ya di tempat warga, bukan di hotel," ujarnya.

Pembangunan PLTSa ditentang warga sekitar dan para pakar lingkungan karena dinilai membahayakan (mengandung racun). Menurut rencana, PLTSa akan dibangun tepat di samping Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di wilayah Rancanumpang Gedebage Kota Bandung.*

» Hatur Nuhun sudah baca Walhi Jabar dan Warga GCA Boikot Sosialisasi PLTSa

Previous
« Prev Post

1 Response to "Walhi Jabar dan Warga GCA Boikot Sosialisasi PLTSa"