Cara Kerja dan Pesan Taksi Uber yang Menuai Kontroversi

Posted by Bandung Aktual on June 24, 2015 | Follow @bandungaktual

Taksi Uber
BandungAktual.com -- Panggil, naik, dan bayar via ponsel Anda. Demikian "tagline" Taksi Uber dalam situs resminya. "Mobil harian untuk penggunaan harian. Lebih baik, cepat, dan murah daripada taksi."


Kemudahan dan kecepatan menjadi andalan jasa transportasi yang menuai kontroversi karena dinilai tidak berizin ini.

Operasi taksi uber sudah dilarang di Jakarta, lalu masuk Bandung dan kembali menuai protes dan kontroversi.

Taksi masuk dalam katagori angkutan orang tidak dalam trayek yang wajib memiliki izin, dan karena beroperasi di kota bandung maka izinnya dikeluarkan oleh Pemkot Bandung. Izin itu belum dikeluarkan, namun taksi uber sudah beroperasi.

Berbeda dengan taksi pada umumnya, taksi uber memiliki sistem operasi tersendiri yang sangat memanjakan penumpang.

Keberadaan taksi Uber di Kota Bandung sangat mudah dipesan, bahkan kurang dari lima menit setelah memesan, taksi "unik" ini bisa langsung berada di hadapan.

Taksi Uber di Kota Bandung sudah beroperasi tiga pekan lalu dan sudah banyak pelanggannya karena selain cepat juga tarif lebih murah dibanding taksi lainnuya. .

Pemesanan Taksi Uber menggunakan sistem teknologi dan aplikasi dari smartphone. Sistem pembayarannya pun menggunakan kartu kredit.

Pesanan taksi via smartphone langsung terlihat posisi mobil yang akan menjemput jenis mobil, nomor plat mobil, nama sopir, dan fotonya. Setelah taksi tiba, akan diberitahukan juga dengan smartphone.

Layanan taksi Uber hanya dapat dipesan via smartphone dengan mendownload aplikasi di Google Play.

Para sopir taksi Uber diberikan pelatihan menggunakan aplikasi Uber di handphone. Sopir taksi ini tidak ada target dan tidak perlu mencari penumpang karena penumpang memesan sendiri.

Taksi Uber menyediakan kendaraan Toyota Innova, Hyundai Sonata, Daihatsu Terios, dan Toyota Avanza.

Taksi Uber menjadi favorit konsumen karena tarifnya yang miring. Nominalnya pun bisa diketahui dengan melihat keterangan estimasi tarif batas bawah dan batas atas yang tercantum di aplikasi digital.

Tarif yang dikenakan terdiri dari tarif dasar sebesar Rp 7.000 ditambah tarif per menit sebesar Rp 500 dan per kilometer Rp 2.850.

Metode pembayaran yang berlaku di Indonesia, yakni kartu kredit dan kartu debit. Bisa dikatakan, Taksi Uber merupakan "platform e-commerce" yang menawarkan produk berupa jasa secara online.

Uber terbilang lengkap karena bisa digunakan pada perangkat berbasis iOS, Android, Windows Phone, dan BlackBerry. Pengguna dapat memberikan penilaian terhadap pengemudi dengan membubuhkan tanda bintang.

Di Indonesia, Uber menggandeng perusahaan atau operator yang bergerak di bidang penyewaan mobil (rental).

Uber menjadi alternatif transportasi di Jakarta, sejak Agustus 2014. Namun, karena dianggap tidak berizin dan tidak memiliki badan hukum, Uber pun diprotes. Bahkan, lima taksinya ditangkap Kepolisian Daerah Metro Jaya terkait dengan laporan Organda Jakarta.

Polemik Uber tidak hanya terjadi di Jakarta. Kota di negara lain yang juga memprotes kehadiran Uber, antara lain Paris, London, Berlin, San Fransisco, dan Seoul. Di Bandung pun demikian. Para pengusaha taksi mengajukan protes. (Dari berbagai sumber).*

» Hatur Nuhun sudah baca Cara Kerja dan Pesan Taksi Uber yang Menuai Kontroversi

Previous
« Prev Post

5 Responses to "Cara Kerja dan Pesan Taksi Uber yang Menuai Kontroversi"