Djanur Pertanyakan Hashtag #SaveBelencoso Bobotoh

Posted by Bandung Aktual on August 3, 2016 | Follow @bandungaktual

Djanur Pertanyakan Hashtag #SaveBelencoso Bobotoh
BandungAktual.com -- Pelatih Persib Bandung Djajang Nurjaman  alias Djanur mempertanyakan motif sebagian bobotoh yang membuat dan meramaikan hashtag #SaveBelencoso di media sosial Twitter dan Instagram.

Djanur mengaku tidak mengerti dengan ramainya tagar #SaveBelencoso yang selama hampir seminggu ini menghiasi dunia maya.

"Sebagai pelatih saya tidak boleh terpengaruh sebetulnya. 'Gak tahu seperti apa kemauannya (Bobotoh) gimana, gak mengerti,” ucapnya dikutip laman Bobotoh ID.

"Padahal mereka (bobotoh) tidak cukup beralasan, cuma kita yang punya alasan. Sudah 12 pertandingan belum cetak satu gol pun, kalau tidak ada suplai, dia bisa mengeluarkan skill individunya, mungkin heading atau gimana dapat bola langsung menunjukkan skill-nya,”jelasnya

Belencoso terakhir dimainkan Djanur saat Persib dibantai Semen Padang 0-4. Setelah itu pelatih asal Majalengka ini menyatakan mencoret nama Belencoso di skuadnya untuk lanjutan TSC 2016 dan mendukung manajemen memutus kontrak pemain asal Spanyol tersebut.,

Djanur lebih memilih Sergio Van Dijk sebagai ujung tombak tim Maung Bandung. Juan Carlos Belencoso sudah tampil 12 kali, namun belum mencetak satu gol pun buat Persib di TSC.

"Sergio baru bermain dalam beberapa pertandingan tapi dia sudah terlihat kemampuannya. Dari pengamatan saya sejak awal sampai saya kembali memegang tim ini (Persib) dia (Belencoso) belum menunjukkan kualitasnya,” jelas Djanur.

Namun, Djanur juga menegaskan dirinya belum benar-benar mencari pengganti Belencoso.

Ia menilai, bobotoh yang menuliskan hashtag #SaveBelencoso kurang tepat. Pasalnya, secara kualitas Belencoso sudah tidak sebagus saat masih berkostum Kitchee SC Hong Kong.

Salah satu bobotoh pendung hashtag #SaveBelencoso mengatakan, ia kecewa terhadap manajemen yang seperti mengkambinghitamkan Juan Belencoso.

"Memang performa Belencoso sedang menurun tapi 'gak sepenuhnya salah Belencoso. Penyerangan 'gak akan bekerja tanpa suplai bola dari lini tengah,” ujarnya.

Ia berharap Juan Belencoso di berikan kesempatan kedua tampil pada pertandingan TSC. "Kasih kesempatan kedua untuk bisa membuktikan," pungkasnya.

Saat masih dilatih Dejan Antonic, Belencoso selalu menjadi pilihan utama di lini depan, bahkan bermain penuh selama 90 menit, mesti gagal mencetak gol.

Saat Belencoso selalu menjadi starter bersama Kim Kurniawan, bobotoh mengecam Dejan dan meminta Kim dan Belencoso tidak dianakemaskan.

Kini, setelah Djanur memenuhi keinginan bobotoh untuk tidak memainkan Belencoso yang terbukti tidak produktif, sebagian bobotoh "bijak" malah mendukung Belencoso dengan tagar #SaveBelencoso dan terkesan menyalahkan Djanur dan manajemen.*

» Hatur Nuhun sudah baca Djanur Pertanyakan Hashtag #SaveBelencoso Bobotoh

Previous
« Prev Post

0 Response to "Djanur Pertanyakan Hashtag #SaveBelencoso Bobotoh"