Bandung Juara Macet, Pemkot Soroti Pengguna Kendaraan Pribadi

Posted by Bandung Aktual on October 11, 2016 | Follow @bandungaktual

Bandung Juara Macet, Pemkot Soroti Pengguna Kendaraan Pribadi
Bandung Juara Macet. Foto: galamedianews.com.*
BandungAktual.com -- Kemacetan arus lalu-lintas menjadi pemandangan sehari-hari di kota Bandung, terutama jam-jam berangkat dan pulang kerja serta akhir pekan.

Di media sosial, warga Bandung mulai menjuluki kotanya sebagai "Bandung Juara Macet". Menanggapi hal itu, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengajak warganya yang biasa menggunakan kendaraan pribadi untuk sesekali menggunakan angkutan umum.

"Hasil kajian, yang komplen macet itu orang yang nyetir sendirian di mobil. Artinya itu fakta," ujar Emil, Senin (10/10/2016).

Emil menyatakan, saat ini Pemkot Bandung tengah bebenah untuk mengurai kemacetan. Salah satunya pembangunan jembatan layang di Antapani. Meski diakuinya pembangunan jembatan layang tersebut berdampak kemacetan cukup parah di sekitarnya.

"Kalau warga Bandung mau berkurang macet. Sekali-kali naik kendaraan umum atau seperti saya naik sepeda," pungkasnya.

Dinas Perhubungan Kota Bandung juga menjawab keluhan 'Bandung juara macet' dari warga. Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Didi Ruswandi, ada dua pendekatan penyelesaian kemacetan. 

Pertama, membangun infrastruktur seperti melebarkan jalan, membuat jalan baru, membuat over-pass atau under-pass.

"Pertama, memperbesar supply. Namun pendekatan ini sangat mahal dan pada akhirnya akan macet lagi karena pertumbuhan kendaraan akan selalu tinggi," ujar Didi, Selasa (11/10/2016).

Menurutnya, pendekatan dengan cara tersebut sudah tidak menjadi prioritas. Karena pendekatan ini pro kendaraan pribadi.

"Pendekatan ini adalah pendekatan pro kendaraan pribadi sehingga harus disertai dengan kebijakan menyediakan kantung-kantung parkir. Sering juga disebut kebijakan Kota untuk Kendaraan," terangnya.

Teori penuntasan kemacetan kedua, lanjut Didi, yakni manajemen kebutuhan (demand). Cara ini dinilai kebijakan pro kendaraan umum dan menghambat kendaraan pribadi.

"Bila ada 50 orang menggunakan mobil pribadi maka panjang jalan yang dibutuhkan adalah 150 meter. Bandingkan bila 50 orang tersebut menggunakan bus, panjang jalan yang dibutuhkan hanya 6 meter saja. Dengan kebijakan pro kendaraan umum maka kita juga tidak memerlukan lagi kantung-kantung parkir yang banyak," terangnya.

Untuk rencana jangka pendek, Dishub akan berusaha untuk mengefektifkan sistem rekayasa beberapa ruas jalan. "Targetnya 10 lokasi seperti di Taman Ciujung, Jalan Supratman," pungkasnya dikutip detik.com.*

» Hatur Nuhun sudah baca Bandung Juara Macet, Pemkot Soroti Pengguna Kendaraan Pribadi

Previous
« Prev Post

0 Response to "Bandung Juara Macet, Pemkot Soroti Pengguna Kendaraan Pribadi"