Taksi dan Ojek Online Dilarang Beroperasi di Kota Bandung

Posted by Bandung Aktual on October 10, 2017 | Follow @bandungaktual

Taksi dan Ojek Online Dilarang Beroperasi di Kota Bandung
Taksi dan Ojek Online untuk sementara dilarang beroperasi di Kota Bandung. Pelarangan itu terkait dengan rencana aksi demo angkutan umum pada 10-13 Oktober 2017 yang ditunda. 

Pemerintah Kota Bandung dan Pemprov Jabar menghentikan sementara taksi dan ojek berbasis online (Grab, Uber, Gojek, dan sejenisnya) hingga diterbitkan peraturan baru.

Larangan taksi online di Kota Bandung dikemukakan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, di akun instagramnya dan akun Facebooknya.

Menurut Kang Emil --sapaan akrabnya, sesuai hasil konferensi pers, aksi mogok angkutan umum tidak jadi dilaksanakan.

"BEWARA. Sesuai press conference pagi hari ini tanggal 9 Oktober 2017 dari Dishub Jawa Barat, bahwa sudah terjadi kesepakatan2, sehingga rencana mogok angkutan umum di area Bandung Raya tidak jadi dilaksanakan. Semoga menjadi maklum. Hatur Nuhun," tulis Emil.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mengeluarkan kajian revisi Peraturan Pemerintah (PM) Nomor 32 Tahun 2016 mengenai taksi online menjadi PM 26 Tahun 2017 pada 1 April.

Total ada 11 butir regulasi baru yang fokus pada masalah taksi online, setelah diberikan waktu tiga bulan untuk transisi aturan ini resmi berlaku mulai 1 Juli 2017.

Beberapa poin ketetapan lainnya juga ikut diterapkan, seperti kuota taksi online, penetapan tarif, kewajiban uji kir, pemasangan stiker sebagai identitas dan lainnya.

Kehadiran taksi dan ojek online di kota Bandung selama ini dikeluhkan sopir angkot dan ojek pangkalan yang kalah bersaing.


» Hatur Nuhun sudah baca Taksi dan Ojek Online Dilarang Beroperasi di Kota Bandung

Previous
« Prev Post

0 Response to "Taksi dan Ojek Online Dilarang Beroperasi di Kota Bandung"