Bonek Yes! Boling No!

Posted by Bandung Aktual on November 24, 2017 | Follow @bandungaktual

BONEK adalah akronim bahasa Jawa dari Bondho Nekat (Modal Nekat). Bonek menjadi julukan  bagi kelompok suporter Persebaya Surabaya (Wikipedia).

Faktanya, hanya sebagian kecil Suporter Persebaya yang merupakan Bonek sejati dalam pengertian modal nekat. Mayoritas Bonek tetap memiliki modal uang untuk tiket dan perbekalan.

Jika yang dimaksud Bonek adalah modal nekat yang sebenarnya, maka wajar jika warga Bandung sejak bergilirnya Liga 2 di Stadion GBLA 18 November lalu merasa resah. 

Faktanya, banyak Bonek yang benar-benar "bonek" (modal nekat doang, tanpa bawa bekal), menginap dan berkeliaran berhari-hari di kompleks perumahan warga sekitar stadion bahkan di jalanan kota Bandung.

Bahkan, banyak oknum Bonek yang melakukan tindak kriminal berupa pemalakan, pencurian, dan penjarahan seperti dialami warga sekitat stadion. Yang menjadi sasaran pemalakan biasanya ibu-ibu.

Dari situlah belakangan muncul istilah BOLING, singkatan dari Bondho Maling, merujuk pada oknum Bonek yang melakukan tindak kriminal, akibat tinggal di sekitar stadion selama berhar-hari tanpa bekal yang cukup --karena modalnya cuma nekat doang.

Nama besar Persebaya pun sering kali dinodai oleh segelintir oknum suporternya sendiri. Bukan hanya timnya yang dirugikan, namun bagi Bonek, sebutan untuk pendukung Baju Ijo ini, Boling (Bondo Maling) merupakan permasalahan klasik yang merusak Bonek itu sendiri.

"Mungkin yang pertama, saya mewakili teman-teman Bonek meminta maaf kepada warga Bandung yang sudah disusahkan dan mungkin juga sudah merasakan rugi atas kedatangan Bonek," ungkap Sinyo Devara dikutip laman Viking Persib, Kamis (23/11/17).

Menurut Sinyo, salah satu cara untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti sebelumnya adalah menempatkan Bonek jauh dari pusat kota Bandung.

"Alangkah baiknya ditempatkan dekat stadion, mungkin nanti kita bisa berkoordinasi dengan keamanan, kita pasang barak di sekitaran stadion atau mungkin ada gudang kosong," terang Sinyo.

Dengan ditempatkannya Bonek didekat area Stadion GBLA, menurut Sinyo, hal itu akan meminimalisir adanya Boling yang 'Jalan-jalan' ke tempat yang tidak ditentukan.

Bagi warga Bandung, menerima dan memperlakukan tamu dengan baik adalah perintah agama dan budaya. Warga Bandung menyambut baik kedatangan Bonek, apalagi Bonek dikenal bersahabat dengan Bobotoh Persib.

Yang jadi masalah itu adalah Boling tadi. Kalau cuma sehari ada banyak Bonek berkeliaran, tidak terlalu masalah. Masalahnya, ini berhari hari. Babak 8 Besar Liga 2 berlangsung 18, 21, dan 25 November, dilanjutkan dengan Semifinal dan Final 25 dan 28 November.

Artinya, para Bonek yang benar-benar "modal nekat" (tanpa bekal) itu tinggal di Bandung hampir dua minggu! Sebelum disweeping polisi, mereka tidur di teras masjid, rumah kosong, garasi kosong, taman, dan tentu saja menggangu dan meresahkan warga sekitar.

Tidak heran jika dedengkot Bonek, Andie Peci, meminta pihak kepolisian Kota Bandung untuk membantu memantau para Bonek yang datang ke Bandung.

Lewat akun media sosial Twitter, Andie Peci menyebut pihak keamanan Kota Bandung untuk memantau Bonek jika ada yang bikin ulah. Jika tertangkap langsung dipulangkan saja.

"Mohon kepolisian @bidhumaspldjbr @POLRES_BANDUNG: Tak semua bisa dipantau, Jika ada Bonek yg bikin ulah di Bandung. Tangkap dan pulangkan saja. Bikin malu Persebaya," jelas akun @AndiePeci.

Maka, Bonek Yes! Boling No! (Admin).

» Hatur Nuhun sudah baca Bonek Yes! Boling No!

Previous
« Prev Post

0 Response to "Bonek Yes! Boling No!"