Pasangan Populer dan Religius Akan Jadi Pemenang Pilgub Jabar 2018

Posted by Bandung Aktual on January 8, 2018 | Follow @bandungaktual

Warga Jabar Tradisional dan Religius. Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi Bersaing Ketat.


Pemenang Pilgub Jabar 2018
Warga Jawa Barat dikenal sebagai pemilih tradisional dan religus. Mereka cenderung memilih calon yang dikenal (populer) dan agamis (Islami).

Setidaknya, hal itu terlihat dalam dua kali Pilgub Jabar sebelumnya saat Ahmad Heryawan-Dede Yusuf dan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar tampil sebagai pemenang.

Ahmad Heryawan adalah wakili sosok religius. Dede Yusuf dan Deddy Mizwar adalah public figure yang dikenal luas di kalangan warga Jabar karena keduanya dari kalangan seniman (artis/aktor).

Untuk Pilgub Jabar 2018, sosok populer dan religius diwakili pasangan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu dan Ridwan Kamil-Uu Ruzhalum Ulum. Kedua pasangan itulah yang paling berpeluang memenangi Pilkada Jabar kali ini.

Demikian kesimpulan pendapat dua pengamat politik Firman Manan (Unpad) dan Usep S Ahyar (Direktur Populi Center).

Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul
Menurut Firman, dari tradisi kemenangan dua periode Ahmad Heryawan, paling tidak pemilih di Jabar bisa dikategorikan menjadi dua kelompok, yakni kelompok tradisional dan kelompok religius.

"Pemilih tradisional cenderung memilih figur populer misalnya, 2008 ada Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf, kemudian 2013 ada Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar, itu penting," kata Firman dikutip laman Merdeka, Senin (8/1/2018).

Dikatakannya, Jawa Barat salah satu wilayah yang pemilih Muslimnya paling besar. Sebagian pemilih Muslim di Jawa Barat juga konservatif. Kalau dilihat dari sisi itu, pertama figur yang populer itu berpeluang.

Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi
Pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul (Nasdem, PPP, PKB, Hanura) dinilai memiliki popularitas yang paling unggul dibanding calon lainnya. Di posisi kedua ada pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (Demokrat, Golkar). 

Pasangan yang memiliki pekerjaan rumah berat adalah Sudrajat-Syaikhu (Gerindra, PKS, PAN) dan TB Hasanuddin-Anton Charliyan (PDIP) jika dilihat dari sisi popularitas.

"Yang populer paling tidak sampai saat ini memang Emil-Uu dan kemudian Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi," kata Firman.

Untuk karakteristik pemilih religius, Firman menjelaskan, hal ini tentu menjadi pekerjaan besar bagi TB Hasanuddin dan Anton Charliyan. Menurut dia, pasangan ini kurang merepresentasikan kalangan religius.

Sudrajat-Ahmad Syaikhu
Selain itu, PDIP punya sejarah yang tidak mulus di Jawa Barat. Dalam pemilihan 2008 kalah, Pilgub Jabar 2013 PDIP juga kalah. Begitu juga saat Pilpres 2014, PDIP alami kekalahan.

"Salah satu problemnya, PDIP berjarak dengan Islam, sehingga sekarang dia maju dengan pasangan calon yang juga kurang merepresentasikan kelompok religius, itu bisa jadi problem bagi PDIP," kata Firman lagi.

Dari sisi ini, bagi Firman Manan, pasangan Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum kembali diunggulkan. Menurut dia, sosok Uu Ruzhanul tak bisa dianggap enteng, apalagi politikus PPP itu menjabat sebagai Bupati Tasikmalaya.

"Pak Uu itu mewakili basis masa tradisional daerah priayangan, cukup besar jumlah pemilihnya di Priayang barat dan timur, itu basis PPP. Kemudian Sudrajat-Syaikhu, bisa andalkan mesin partai, PKS memang partai Islam, tapi Islam yang modern, di perkotaan, kalau Islam yang tradisional itu PPP dan PKB," katanya.

Untuk kategori ini, Firman juga memberikan catatan kepada pasangan Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi. 

Tb Hasanuddin-Anton Charliyan
Memang, Demiz --sapaan akrab Deddy Mizwar-- mencitrakan figur religius. Tapi, pasangannya, Dedi Mulyadi, kerap diterpa isu miring karena tradisi-tradisi yang dilakukan saat menjabat sebagai Bupati Purwakarta.

"Deddy Mizwar awalnya diicitrakan figur kelompok religius, tapi problemnya Dedi Mulyadi agak bermasalah dengan pemilih Islam konservatif karena praktik-praktik yang dianggap tidak sesuai, bisa jadi masalah bagi pasangan Demiz dan Dedi Mulyadi," katanya.

"Jadi kalau lihat dua karakter itu, pemilih tradisional dan pemilih religius, sampai sejauh ini keunggulan ada pada pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul," tutup Firman. 

Pertarung Sengit Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi vs Ridwan Kamil-Uu Ruhzanul 

Hal senada dikemukakan Direktur Populi Center, Usep S Ahyar, yang melihat pertarung di wilayah Jawa Barat ini tidak akan banyak berubah, meskipun terdapat pasangan baru.

Menurutnya, pertarung sengit akan terjadi pada pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi dan Ridwan Kamil-Uu Ruhzanul Ulum.

“Menurut saya peluang besar memang masih terbuka semua, cuma kalo dilihat pertarung sengit mungkin yang sudah lama punya modal berkampanye agak lama ini terus kemudian pencalonnya sudah agak lama disinggung dalam pesta politik yakni Ridwan Kamil-UU Ruhzanul Ulum dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi,” ujar Usep kepada Okezone, Senin (8/1/2018).

Bahkan, Usep menuturkan pasangan yang akan paling sangat berbahaya Ridwan Kamil-UU Ruhzanul Ulum. Sebab, ia memandang wakil dari Ridwan Kamil yaitu Uu akan menghasilkan pundi-pundi suara yang sangat kuat dikarenakan memilik latar belakang yang cukup kuat.

“Uu yang potensi mengambil suara di Priangan Timur ,Garut, Ciamis, Tasik. Karena yang kita tau Priangan Timur, Tasik terutama ya dia kan Bupati Tasik,” kata Usep.

“Kemudian Uu itu juga salah satu cucu pendiri Ponpes Miftahul Huda yang tersebar cabangnya hampir 1.000 di seluruh Priangan Timur dan diperkirakan jadi potensi untuk memperkuat suara pasangan ini (RK-Uu) cukup tinggi,” imbuhnya.

Meski begitu, Usep menjelaskan pertarungan di Jabar tetap memiliki peluang terhadap pasangan lainnya. Asalkan para pasangan itu mampu bekerja keras untuk menaikkan popularitas di kalangan masyarakat menjelang pilkada serentak diselenggarakan.

"Saya kira yang lain harus kerja keras ya, Mayjen (Purn) Sudrajat-Ahmad Syaikhu dan Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan harus kerja keras, karena menurut saya popularitas di Jabar masih belum terlihat,” terangnya.

Kekuatan Koalisi Pendukung: Jumlah Kursi

Pilgub Jabar 2018
Kekuatan empat pasangan cagub-cawagub dipastikan bakal berlaga di Pilgub Jabar 2018. Masing-masing partai sudah membentuk koalisi untuk memenangkan jagonya.

Ada dua purnawirawan TNI yang bergabung dalam Pilgub Jawa Barat, yaitu Mayjen TNI (Purn) Sudrajat dan Mayjen (Purn) TNI TB Hasanuddin. Sudrajat maju sebagai cagub diusung oleh koalisi reuni yaitu Gerindra, PKS, dan PAN.

Sudrajat yang dipasangkan dengan Wawalkot Bekasi Ahmad Syaikhu itu mendapat 27 kursi. Rinciannya, PKS (12), Gerindra (11), dan PAN (4).

Tb Hasanuddin diusung oleh PDIP berpasangan dengan perwira polisi mantan Kapolda Jabar Irjen Anton Charliyan. Meski hanya diusung PDIP, kedua pasangan ini sudah mengantongi 20 kursi.

Ada dua pasangan lagi, yakni Wagub Jabar Deddy Mizwar yang berpasangan dengan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dengan Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum.

Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi diusung Partai Golkar dan Demokrat. Dengan dukungan dua partai itu duo DM itu mengantongi 29 kursi, yakni 17 kursi dari Golkar dan 12 kursi dari Demokrat.

Ridwan Kamil dan Uu yang diusung empat partai yaitu PPP, PKB, Hanura, dan NasDem. Dengan dukungan keempat partai ini Ridwan Kamil dan Uu mengantongi 24 kursi, dari PPP (9), PKB (7), NasDem (5), dan Hanura (3).

Daftar 4 Pasangan Cagub-Cawagub Jabar 2018
  1. Sudrajat-Ahmad Syaikhu: 27 kursi (PKS 12, Gerindra 11, PAN 4)
  2. Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi: 29 kursi (Golkar 17, Demokrat 12)
  3. Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum:  24 kursi (PPP 9, PKB 7, Nasdem 5, Hanura (3)
  4. Tb Hasanuddin-Anton Charliyan: 20 kursi (PDIP 20)

» Hatur Nuhun sudah baca Pasangan Populer dan Religius Akan Jadi Pemenang Pilgub Jabar 2018

Previous
« Prev Post

0 Response to "Pasangan Populer dan Religius Akan Jadi Pemenang Pilgub Jabar 2018"