December 29, 2017

Survei: Warga Kota Bandung Masih Menerima Politik Uang

Bandung Aktual | December 29, 2017

Survei: Warga Kota Bandung Masih Suka Politik Uang
Warga Kota Bandung masih suka politik uang (money politic) menjelang Pilwakot Bandung dan Pilgub Jabar 2018.

Haisl survei Parameter Konsultindo menunjukkan, masih ada warga Bandung yang menyetujui bahkan mengharapkan adanya politik uang. Dari 795 responden, 111 orang atau sebesar 14 persen menyetujui politik uang.

Menurut Direktur Eksekutif Parameter Partindo, Edison Lapelo, masih adanya warga kota Bandung yang menyetujui politik uang bisa disebabkan oleh faktor pesimistis atau traumatik terhadap janji calon sehingga hanya 85,5 persen yang menolak praktik tersebut.

"Faktornya banyak, yang sangat dominan adalah soal trauma proses janji kandidat lalu, sehingga merasa bahwa lebih baik transaksi politk uang dari pada tidak tepati janji, dan faktor ekonomi," kata Edison, Jumat (29/12).

Selain itu, Edison menyatakan, adanya warga yang berharap menjadi objek politik uang ini bisa disebabkan terkena dampak dari Pilkada Jakarta. Diakuinya, pemilihan kepala daerah di Ibu Kota tersebut dinilai 'galak' dalam memainkan uang di masa kampanye.

Hal senada dikemukakan Direktur Utama Parameter Partindo, Agus Aribowo. Menurutnya, faktor yang paling besar dalam mendorong warga untuk menerima politik uang adalah karena latar belakang ekonomi.

Agus mengungkapkan, di Kota Bandung ini memang termasuk daerah dengan tingkat toleransi politik uang minim. Kendati dirasa bakal menyulitkan di pemilu legislatif, namun justru sebagai indikator bahwa pemikiran masyarakat semakin terbuka.

‎"Daerah atau yang mungkin taraf ekonominya rendah, menurut saya itu sudah bersyukur kita. Artinya kalau 2019 ada caleg yang masuk ke Kota Bandung akan kesulitan," ucap Agus. (ik)

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon