April 16, 2018

Arema FC Terancam Sanksi Sangat Berat

Bandung Aktual | April 16, 2018

Arema FC Terancam Sanksi Sangat Berat
Arema FC terancam mendapat sanksi sangat berat dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, menyusul kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang saat laga Arema FC vs Persib Bandung, Minggu (15/4/2018) malam.

Dalam kerusuhan yang diawali serbuah Aremania ke lapangan itu, pelatih Persib Bandung, Mario Gomez, mengalami luka di bagian kening. Diduga Gomez menjadi korban lemparan batu oknum Aremania.

Kerusuhan terjadi saat laga menyisakan beberapa detik lagi sebelum wasit meniup peluit panjang atau di menit 90+3. Saat itu kedudukan skor 2-2.

Sebelumnya, Aremania melakukan pelamparan botol dan sandal/sepatu ke lapangan dengan sasaran pemain Persib.

Seratusan suporter tuan rumah (Aremania) menjebol pagar pembatas untuk merangsek masuk ke dalam lapangan.

Wasit pun meminta para pemain kedua tim menepi ke sisi bench. Laga dihentikan untuk sementara. Namun, karena situasi semakin tidak terkendali, wasit akhirnya menghentikan pertandingan saat skor imbang 2-2.

Insiden memalukan itu membuat Arema FC terancam sanksi santat berat dari Komdis PSSI.

Untuk kasus pelemparan, flare, dan bom asap yang pernah dilakukan oknum Bobotoh, Persib Bandung dijatuhi sanksi denda oleh Komdis PSSI sebesar Rp100 juta.

Pelatih Persib, Mario Gomez, menyatakan dirinya menunggu sikap Komdis PSSI atas kasus ini.

Menurut Media Officer PT Liga Indonesia, Hanif Marjuni, bidang kompetisi PT LIB masih mempelajari fakta pertandingan yang berakhir rusuh tadi.

"Bidang Kompetisi akan mempertimbangkan banyak hal usai mendapatkan laporan terperinci dari match commisioner pertandingan,” kata Hanif.

Dilansir bola.com, aksi penonton yang akan mendapatkan sankdi adalah aksi kekerasan kepada orang atau objek tertentu, penggunaan benda-benda yang mengandung api atau dapat mengakibatkan kebakaran (kembang api, petasan, bom asap (smoke bomb), suar (flare), dan sebagainya.

Pelanggaran yang dilakukan Aremania dalam laga Arema vs Persub itu membuat pihak Arema FC terancam sanksi denda dalam jumlah besar. 

Panpel bakal dijatuhi denda Rp30 juta untuk satu orang yang masuk ke lapangan dan denda Rp50 juta untuk dua sampai lima orang penonton yang masuk ke lapangan.

Sanksi denda itu belum termasuk kemungkinan denda lainnya karena adanya pelemparan botol air mineral, sepatu, dan benda lainnya yang bisa dijatuhi denda mencapai Rp50 juta.

Panpel Arema juga terancam hukuman denda lainnya sebesar Rp20 juta. Disebutkan dalam regulasi Liga 1, setiap badan yang menyelenggarakan pertandingan gagal memenuhi tanggung jawab dan kewajibannya sesuai dengan ketentuan Pasal 68 Kode Disiplin PSSI diberikan sanksi sekurang-kurangnya Rp20 juta.

Selain sanksi denda, Arema FC kemungkina disanksi bertanding tanpa penonton saat bermain di Stadion Kanjuruhan Malang atau di laga kandang.*

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon