Survei Pilgub Jabar: Sudrajat-Syaikhu Unggul, Elektabilitas Ridwan Kamil Menurun

Bandung Aktual   April 28, 2018   Follow @bandungaktual
Survei Pilgub Jabar: Sudrajat-Syaikhu Unggul, Elektabilitas Ridwan Kamil Menurun
Hasil Survei Indonesia Development Monitoring (IDM) tentang Pilgub Jabar menunjukkan pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu unggul atas tiga pasangan cagub-cawagub lainnya. 

Elektabilitas Ridwan Kamil dinilai menurun akibat cuitan nakalnya yang menyinggung soal FPI, pemimpin negara, dan kondisi sosial.

Rilis hasil survei IDM tentang Pilgub Jabar 2018, Jumat (27/4/2018), menunjukkan, elektabilitas pasangan Sudrajat - Ahmad Syaiku dan TB Hasanuddin - Anton Charliyan meroket. Di sisi lain, elektabilitas pasangan Ridwan Kamil - Uu Ruzhanul Ulum dan Deddy Mizwar - Dedi Mulyadi anjlok.

IDM mengambil sampel survei terhadap 2.178 responden di 27 kabupaten dan kota di Jabar.

Direktur Eksekutif IDM Firman Tresnadi mengatakan survei dilakukan secara proporsional sesuai persentase daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 31.708.330 pemilih. Namun, survai dibagi tiga berdasarkan pengelompokan teritorial.

"Jadi survei yang kami lakukan mulai 15 - 30 Maret ini menggambarkan pilihan dan harapan masyarakat berdasarkan geopolitik di tiga teritorial di Jabar," kata Firman dalam rilisnya dikutip detik.com.

IDM melakukan survei elektabilitas dengan pertanyaan siapa yang akan dipilih bila Pilgub Jabar digelar hari ini. Hasilnya, di wilayah Pantura, pasangan Sudrajat - Syaiku unggul dengan 31,2 persen, diikuti pasangan Deddy - Dedi 26,3 persen, TB - Anton 20,7 persen, dan Ridwan - Uu hanya 11,3 persen.

Untuk wilayah Priangan, pasangan Sudrajat - Syaiku unggul dengan 35,6 persen, diikuti pasangan Ridwan - Uu 25,3 persen, Deddy - Dedi 16,3 persen, dan TB - Anton 10,7 persen. 

Untuk wilayah penyangga DKI Jakarta, pasangan Sudrajat - Syaikhu lagi-lagi unggul dengan 33,3 persen, Deddy - Dedi 21,6 persen, TB - Anton 19,4 persen, dan Ridwan - Uu 17,6 persen.

"Keunggulan Sudrajat - Syaikhu tak terlepas dari pengaruh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Mereka berdua punya basis yang kuat di Jabar," kata Firman.

Cuitan RK
Dilansir laman Inilah Koran, publik dikagetkan cuitan nyeleneh Ridwan Kamil. Dalam cuitannya itu, Calon Gubernur Jabar tersebut menyoroti negatif para pemimpin negara, FPI, dan kondisi sosial lainnya.

Ridwan Kamil pun mengakuinya. Meskipun telah menyampaikan permohonan maaf dan menegaskan telah bertransformasi lebih baik, publik bereaksi banyak. Diduga kondisi ini akan berpengaruh besar pada elektabilitas pasangan Ridan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) pada Pilgub Jabar 2018.

Menurut Peneliti Toni Toharudin, jejak digital tidak akan hilang dalam dunia politik. Setiap langkah politikus akan terekam, khususnya sesuatu yang tidak bagus atau sasaran tembak lawan politik.

"Dokumen digital ini sangat mempengaruhi elektabilitas. Ridwan Kamil harus menerima kondisi itu," kata Toni.

Sebagai orang yang pernah berkecimpung dalam dunia survey pemilihan kepala daerah, Toni menyebutkan, kasus cuitan nakal Ridwan Kamil harus ditinjau pengaruhnya terhadap elektabilitas Rindu. Pasalnya, cuitan tersebut menembak sejumlah tokoh yang memiliki loyakis dan simpatisan tersendiri.

"Memang pada saat bercuit, posisi dia (Ridwan Kamil) sedang tidak berpolitik. Counter terhadap masalah itu sudah tepat. Sulit menggambarkan secara angka. Namun yang pasti loyalis Ridwan Kamil tidak akan terpengaruh," jelasnya.

Pengamat Politik Unpad Muradi menyatakan, Ridwan Kamil harus bisa membuktikan sikapnya tidak seperti saat membuat cuitan nakal. Pasalnya, pembuktian tersebut menyangkut komitmen kepada publik.

"Dalam durasi tertentu, sikap Ridwan Kamil sekarang akan jadi kontrak politik baru. Belajar dari pemimpin tidak bisa seenaknya menjustifikasi seseorang. Orang akan meng-capture sikap dia," jelasnya.

Muradi justru memperingatkan Ridwan Kamil soal pihak lain yang dikhawatirkan akan menggoreng isu ini. Kalau terus diletupkan, elektabilitas pasangan Rindu akan terjun bebas.

Ridwan Kamil sendiri dalam keterangan tertulisnya menuturkan, twit-twit masa lalu dirinya memang banyak yang emosional. Sehingga tidak kontekstual dijadikan referensi hari ini.

"Manusia juga mengalami transformasi dan perubahan menjadi lebih positif. Saya menjadi manusia lebih baik sekarang. Mohon maaf lahir batin," jelasnya.*

» Hatur Nuhun sudah baca Survei Pilgub Jabar: Sudrajat-Syaikhu Unggul, Elektabilitas Ridwan Kamil Menurun

Previous
« Prev Post

0 Response to "Survei Pilgub Jabar: Sudrajat-Syaikhu Unggul, Elektabilitas Ridwan Kamil Menurun"