Pemkot Bandung: Pemudik Harus Waspada, Pendatang Harus Punya Keterampilan

Pemkot Bandung: Pemudik Harus Waspada, Pendatang Harus Punya Keterampilan
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Bandung, M Solihin, mengimbau warga kota Bandung yang akan mudik agar tetap konsentrasi dan berdoa selama perjalanan.

"Selalu sabar jika perjalanan macet. Selain itu berdoa untuk keselamatan agar sampai kampung halaman," ujar Solihin.

Solihin pun berpesan, agar para pemudik teliti ketika pergi dan mengantisipasi segala hal, termasuk memeriksa setiap sudut rumah masing-masing agar tetap aman ketika ditinggalkan.

Jika diperlukan, warga mudik bisa menitipkan kunci cadangan kepada saudara atau tetangga yang dapat dipercaya.

Hal agar rumah ditinggalkan tetap bisa dicek secara berkala, termasuk lapor pada ketua RT/RW setempat karena rumah akan ditinggal mudik beberapa hari ke depan.

"Periksa listrik, gas dan sebagainya. Itu hal paling utama ketika meninggalkan rumah. Sampaikan berbagi informasi tentang rumah kita. Itu demi kenyaman bersama," ucapnya.

Ia pun mengingatkan para pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, khususnya roda dua untuk lebih sabar dan berhati-hati saat dalam perjalanan.

Solihin juga meminta jajarannya di tingkat kelurahan hingga Rukun Warga (RW) menggelar nonton bareng Piala Dunia 2018, terutama di sela libur Lebaran. 

"Saya mengimbau seluruh kepala wilayah, kebetulan malam takbir hari pertama mulai gelaran piala dunia, jadi diadakan nobar tapi pas hari kedua Lebaran-nya," ujarnya.

Menurut Solihin, kegiatan nobar di tiap wilayah bertujuan agar masyarakat bersama aparat keamanan setempat membuat pusat kegiatan yang ramai. 

Dengan adanya pusat kegiatan di tiap RW, maka keamanan dan ketertiban bisa terjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, lanjut dia, gelaran nonton bareng Piala Dunia 2018 juga akan semakin mempererat tali silaturahim antarwarga.

"Kami juga menjaga kondisi kamtibmas Kota Bandung dan kita bisa menjaga lingkungan masing-masing, misalnya kalau ada orang yang enggak dikenal, kan bisa ditanya," kata dia. 

Solihin juga menyampaikan imbauan khusus kepada para pendatang baru yang hendak datang ke kota Bandung.

Ditegaskan, pendatang harus memiliki keterampilan dan tempat tinggal yang jelas. Hal itu diperlukan untuk mengurangi jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial alias PMKS.

“Jangan bawa orang yang tidak punya keahlian apa-apa untuk sekadar mencari pekerjaan di Kota Bandung. Sebab, Bandung membutuhkan orang-orang yang kreatif dan bisa berkompetisi,” ujar Solihin.

Pendatang baru harus memastikan jika dirinya memiliki kriteria keterampilan yang dibutuhkan, pekerjaan yang jelas, dan tempat tinggal agar kehidupan mereka terjamin. Solihin khawatir, mereka hidup terlantar jika datang tanpa kapabilitas apa pun.

“Yang tidak punya keahlian itu, kalau enggak jadi korban, ya jadi pelaku. Saya khawatir terjadi dua-duanya,” ujar Solihin.

Solihin justru mengimbau akan lebih baik jika mereka bekerja untuk membangun daerahnya masing-masing daripada datang mengadu nasib ke Kota Bandung tanpa bekal apa pun. 

Lagipula, menurutnya, bantuan yang diberikan oleh pemerintah pusat dapat meringankan warga daerah dan membuat kehidupan yang lebih baik di daerah masing-masing.

“Pemerintah, kan, sudah menggelontorkan program yang tak hanya di perkotaan, tapi juga di pedesaan. Berkreativitas di desa itu bagus, kan awalnya kota maju juga berawal dari desa,” kata Solihin. (Tribun Jabar/Pikiran Rakyat).*

Related Posts

Show comments
Hide comments

0 Response to "Pemkot Bandung: Pemudik Harus Waspada, Pendatang Harus Punya Keterampilan"

Post a Comment