Pendatang di Kota Bandung Akan Dipulangkan Jika Tanpa Identitas

Pendatang di Kota Bandung Akan Dipulangkan Jika Tanpa Identitas
Pemerintah Kita Bandung mengancam akan memulangkan pendatang tak jelas di Kota Bandung. Warga pendatang juga diimbau memiliki keterampilan jika akan mengadu nasib di Bandung.

Mengantisipasi pendatang tak jelas, Dinas Kependudukan dan Pencacatan (Disdukcapil) Pemkot Bandung pun melaksanakan operasi simpatik di Terminal Cicaheum. 

Pendatang yang tidak membawa identitas dan tak mempunyai tujuan jelas diancam bakal dipulangkan ke daerah asalnya.

Kepala Seksi Pendataan Penduduk Disdukcapil, Nelis Suratmanah, mengatakan, sejauh ini belum ada pendatang yang dipulangkan. Menurutnya yang paling utama dari operasi simpatik ini yakni melakukan pendataan warga pendatang.

"Kita mendata kalau tidak ada identitas sama sekali kembali ke kampung halamannya, daripada di sini telantar tidak ada pekerjaan lebih baik pulang ke tempat asal," kata Nelis.

Nelis menegaskan kembali bahwa Pemkot Bandung tidak melarang bagi warga mana pun untuk datang. "Kalau yang datang boleh asal punya keahlian dan punya identitas," imbuhnya.

Jika ditemukan pendatang tanpa identitas dan tidak mempunyai tujuan yang jelas, Nelis akan mengarahkan agar kembali ke tempat asalnya. 

"Untuk sementara soal pemulangan nanti kita bisa bekerjasama dengan dinas sosial," katanya.
Selain pendataan langsung, Nelis juga mengimbau para pendatang agar menggunakan aplikasi e-punten untuk mengurus administrasi masuk ke Kota Bandung. Setidaknya sudah terdaftar lalu kemudian mendapatkan Surat Keterangan Tinggal Sementara (SKTS).

"Sejauh ini pendatang yang sudah daftar melalui e punten itu 735, yang sudah punya (SKTS). Kebanyakan yang datang itu mereka untuk bekerja sama kuliah," ujarnya.

Apabila tidak menggunakan aplikasi, Nelis menyerukan agar para perantau segera melapor kepada RT dan RW setempat, untuk mengurus kelengkapan administrasinya agar lebih tertib.

"Untuk dapat kartu SKTS lapor bisa aplikasi atau melalui RW , persyaratan KK, KTP elektrobik dan pengantar RT RW di Kota Bandung dan foto, dan itu berlaku untuk 1 tahun," ujarnya.

Selain memeriksa identitas dan mendata para pendatang, Disdukcapil juga menyiapkan stand khusus perekaman apabila ada warga Kota Bandung yang belum mempunyai KTP Elektronik.

Sekretaris Disdukcapil, Uum Sumiati, mengklaim, jumlah peningkatan penduduk akibat urbanisasi di Kota Bandung tak terlalu signifikan.

Menurutnya, jumlah penduduk yang keluar dan datang di Kota Bandung seimbang saat momentum urbanisasi pada arus balik lebaran.

"Sebetulnya arus peningkatan jumlah penduduk dari urbanisasi sangat kecil. Penduduk yang datang dan keluar di urbanisasi saat arus mudik-balik ini hampir seimbang. Ada di angka 38-40 ribu penduduk," ujar Uum.

"Dari urbanisasi mungkin memang ada (peningkatan jumlah penduduk) tapi tidak terlalu signifikan, tapi dari angka kelahiran juga ada (peningkatan). Jumlah penduduk Bandung itu ada 2.412.478 penduduk. Dari situ melonjaknya sedikit. Tidak terlalu signifikan," sambungnya.

Namun, warga yang baru datang dan berencana menetap tetap harus mengikuti aturan yang berlaku.

"Kalau mereka mau tinggal di sini tapi tidak mengurus surat pindah, daftarkan lah datanya melalui aplikasi e-Punten. Kalau melihat satu tahun, yang mendaftarkan di e-Punten ada sekitar 614 orang yang kami keluarkan dengan surat keterangan tinggal sementara, dari 750 orang yang mendaftar," kata Uum.

Uum hanya mengimbau agar warga yang datang ke Kota Bandung memiliki bekal keahilian, keterampilan dan materi sebagaimana pernah dikemukakan Pjs Wali Kota Bandung, M. Solihin.

"Rata-rata mereka datang belajar atau mencari pekerjaan. Untuk mencari pekerjaan harus ingat, di sini juga kota besar. Kita harus punya keahilan dan keterampilan apa di sini. Jangan lupa juga bawa bekal materi (uang) yang cukup sampai dapat pekerjaan," katanya. ((tribunjabar/kumparan).*

Related Posts

Show comments
Hide comments

0 Response to "Pendatang di Kota Bandung Akan Dipulangkan Jika Tanpa Identitas"

Post a Comment