July 2, 2018

PPDB Kota Bandung Dimulai, Tak Ada Sekolah Favorit

Bandung Aktual | July 02, 2018

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 tingkat SD dan SMP di Kota Bandung dmulai 2 Juni 2018. 

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, mengatakan tak ada lagi anggapan sekolah favorit di Kota Bamdung.

Sekolah mana pun di Kota Bandung sama-sama bertujuan menuntut ilmu sehingga tidak memaksakan bersekolah di satu sekolah karena dianggap sekolah favorit.

"Intinya, dimana pun anak Kota Bandung bersekolah sama aja. Tidak ada sekolah favorit-favoritan," katanya.

Emil mengimbau juga kepada para orang tua siswa tidak memaksakan anaknya untuk bersekolah di SMP Negeri. Ia juga meminta kepada para orang tua mengetahui secara detail tentang tata cara pendaftaran ke sekolah.

"Sekolah dimana saja sama, mau negeri ataupun swasta," ujarnya.

Hal senada dikemukakan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Elih Sudiapermana. Elih meyakinkan, semua sekolah di Kota Bandung memiliki kualitas yang sama satu dengan yang lainnya.

"Selama ini mungkin orangtua melihat sekolah favorit berarti yang bagus terus lokasinya strategis. Padahal semua sekolah sama coba kenali saja. Di Bandung ini sekolah-sekolahnya satu sama lain tidak terlalu jomplang," kata Elih.

Proses PPDB di Kota Bandung untuk TK, SD, dan SMP berlangsung serentak. Pendaftaran akan dilaksanakan pada 2-6 Juli. Pengumuman pada 9 Juli. Daftar ulang 10-11 Juli. 

Para siswa akan mulai bersekolah pada 16 Juli 2018.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung, Mia Rumiasari, mengemukakan, sesuai dengan regulasi yang berlaku, sistem seleksi PPDB Kota Bandung menggunakan skema zonasi, yaitu sekolah akan memprioritaskan siswa yang jarak rumahnya paling dekat dengan sekolah. 

Hal ini untuk memeratakan sistem pendidikan. Selain itu, sistem zonasi juga mendekatkan anak didik dengan tempatt inggalnya.

Persyaratan administrasi tiap jenjang berbeda. Bagi PPDB TK negeri, peserta didik harus berusia 4-6 tahun dengan menyerahkan foto kopi akta kelahiran, fotokopi KTP orang tua atau surat keterangan domisili, fotokopi karu keluarga, dan menunjukkan KTP dan kartu keluarga asli calon peserta didik. Seluruh berkas tersebut diserahkan langsung ke sekolah oleh orang tua/wali.

Calon peserta didik jenjang SD memprioritaskan siswa berusia 7 tahun. Calon peserta didik yang berusia 6 tahun dapat diterima jika daya tampung memungkinkan.

PPDB SMP dibuka secara online atau dalam jaringan dengan memprioritaskan anak usia 12-15 tahun. 

Dinas Pendidikan membagi empat jalur penerimaan SMP, yaitu jalur akademik, jalur Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP), jalur prestasi, dan jalur reguler. Tiap-tiap jalur memiliki kriteria yang berbeda.

Jalur akademik hanya berlangsung di lima sekolah, yaitu SMPN 2, SMPN 5, SMPN 7, SMPN 14, dan SMPN 44. Kelima SMP itu dikhususkan karena berlokasi jauh dari pemukiman penduduk.

Jalur reguler PPDB Kota Bandung 2018 tetap memprioritaskan jarak sebagai tolok ukur utama. Pemberlakuakn kuota 90% zonasi di Kota Bandung merujuk pada pada aturan Permendikbud No. 14 tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru. 

Sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah wajib menerima calon peserta didik yang berdomisili pada radius zona terdekat dari Sekolah paling sedikit sebesar 90% dari total jumlah keseluruhan peserta didik yang diterima. 

PPDB Kota Bandung masih memberikan kuota maksimal sebesar 10% di Sekolah Tipe C (sekolah perbatasan) untuk Pendudukan Luar Kota Bandung. (republika.co.id/galamedianews.com).*

PPDB Kota Bandung Dimulai, Tak Ada Sekolah Favorit


Informasi PPDB Kota Bandung 2018

Website: http://ppdb.bandung.go.id
Ig : disdikbdg
Fb : dinas pendidikan kota bandung
Twitter : disdik_bandung
SMS dan Whatsapp : 08112225239

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon