Suara Bobotoh: Kalahkan Persib di Lapangan, Bukan di Balik Ruangan (Sanksi)

Suara Bobotoh: Kalahkan Persib di Lapangan, Bukan di Balik Ruangan (Sanksi)
Tragedi GBLA yang menyebabkan dihentikannya Liga 1 oleh PSSI membuat bobotoh Persib Bandung merasa disudutkan.

Opini publik yang dibangun para rival menggiring PSSI agar mengukum Persib Bandung seberat-beratnya, hingga berupa pengurangan poin dan degradasi.

Kematian Haringga dalam Tragedi GBLA seolah mengesankan hanya bobotoh yang menyebabkan kematian suporter, padahal Jakmania juga berkali-kali membunuh bobotoh di Jakarta.

Pernyataan manajer Persib, Umuh Muchtar, agar jika Persib dihukum berat, maka Persija juga harus dihukum serupa, adalah pernyataan faktual yang membuat kubu Persija juga ketakutan jika kasus-kasus pembunuhan bobotoh oleh Jakmania diungkap kembali.

Bobotoh sepakat, pengeroyok Haringga harus dihukum berat. Namun, jangan memanfaatkan tragedi GBLA untuk menghambat jalur juara Persib di Liga 1.

Menurut bobotoh, mengalahkan Persib harus dilakukan di lapangan (dalam pertandingan), bukan dengan sanksi.

"Memberi hukuman berat bagi pelaku pengeroyokan kemarin adalah keharusan, Tapi mencoba menghancurkan nama PERSIB mengatasnamakan ' 'respect' & kemanusian adalah pengecut. KALAHKAN PERSIB DI LAPANGAN BUKAN DI BALIK RUANGAN," demikian suara bobotoh yang menggema di Twitter.

Para rival berharap Persib Bandung gagal menjadi juara. Tragedi GBLA bagi mereka merupakan momentum mengurangi poin Persib di klasemen, bahkan mendegradasi Maung Bandung ke Liga 2.

"Ngebet pengurangan poin. Bilang aja gak mampu kejar posisi puncak," cuit pemilik akun @olegunnnn.

Jika PSSI melakukannya, dipastikan bobotoh tidak tinggal diam, tapi memberikan perlawanan maksimal untuk membela keadilan.*



Related Posts

Show comments
Hide comments

0 Response to "Suara Bobotoh: Kalahkan Persib di Lapangan, Bukan di Balik Ruangan (Sanksi)"

Post a Comment