October 27, 2018

Manajemen Persib Kecam Sikap Mario Gomez

Bandung Aktual | October 27, 2018

Manajemen Persib Kecam Sikap Mario Gomez
Manajemen Persib Bandung angkat bicara mengenai Pelatih Mario Gomez yang banyak mengeluh soal kondisi Persib saat ini, termasuk pernyataan Gomez untuk meninggalkan Persib akhir musim.

Gomez sering mengeluhkan mulai soal fasilitas latihan hingga kini soal sanksi PSSI. Gomez menilai manaejemen Persib diam saja saat timnya dihukum berat.

Para petinggi Persib pun menggelar konferensi pers di Kafe Persib, Jumat (26/10/2018) malam, untuk menjawab segala keluhan Gomez. 

Hadir dalam acara itu, Direktur PT PBB Teddy Tjahyono, Komisaris Utama PT PBB Zaenuri Hasyim, Komisaris PT PBB Kuswara S Taryono, dan Manajer Persib Umuh Muchtar. 

Komisaris Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Zainuri Hasyim menegaskan manajemen tidak tinggal diam.

"Jadi dengan adanya gonjang-ganjing seperti itu pastilah manajemen sudah mau mengambil langkah yang pertama adalah kami akan menyampaikan kepada Gomez, kami akan berkomunikasi langsung," ucap Zaenuri dikutip kompas.com. 

Ia kecewa dengan sikap Gomez yang tak komunikatif dengan manajemen dan memilih berbicara kepada media. 

Secara aturan, kata dia, sikap Gomez telah melanggar kontrak kerja yang sudah disepakati. 

Mario Gomez
"Kami minta dia menyadari bahwa dia punya hak dan kewajiban sebagai seorang pelatih. Kedua kami harapkan juga jika ada masalah yang menyangkut antara dia sebagai pelatih dan manajemen dikomunikasikan dengan baik, tidak perlu disampaikan ke media," tutur Zaenuri. 

Mantan Pangdam III Siliwangi itu pun geram saat Gomez menyebut manajemen tak memberi perhatian kepada tim. 

"Semua tahu pernyataan dia kenapa kalau Pak Umuh (akan bertahan) yang minta dia mau. Kalau Pak Glenn, dia tidak mau. Kenapa ini? Ada apa? Pak Umuh, Pak Teddy, saya dan Pak Glenn itu kan satu wadah," tegas Zaenuri. 

"Dia ngomong tidak diperhatikan. Masa selalu (ingin didampingi) kalau pertandingan. Kan sudah ada Pak Umuh. Saya, Pak Glenn, Pak Teddy, tidak ada ikatan untuk ke situ. Tapi tahu sendiri saya sering hadir Pak Glenn di Jakarta banyak pekerjaan," tambahnya.

Manajemen curiga, ancaman Gomez meninggalkan Persib akhir musim sebagai upaya pengalihan isu, menyusul hasil negatif dalam empat laga terakhir di Liga 1 2018.

"Apa dia mau mengalihkan perhatiannya (Bobotoh) karena kalah-kalah? Kalau menyalahkan manajemen, ya (manajemen) enggak terima," kata Zainuri.

Ia sendiri menyebut Gomez sebagai salah satu pelatih terbaik yang menangani Persib. Tapi, secara sikap, Zainuri merasa ada hal yang tidak disenanginya dari sosok Gomez. 

"Kalau dia pelatih bagus, saya akui iya. Tapi di luar itu tidak perlu sampaikan kepada anda (soal sikapnya). Selama saya mengikuti Persib, dia yang terbaik. Tapi dia sepertinya tidak mengerti (hak dan kewajiban)," ujarnya.

Menurutnya, hal wajar Gomez 'berteriak' kepada media jika mengalami keterlambatan gaji. Tapi, itu tidak pernah terjadi dan manajemen sudah berusaha memenuhi seluruh kewajibannya terhadap Gomez.

Belakangan, Gomez justru mengungkap keluhan ketidaknyamanannya di tim ke media. Berdasarkan klausul kontrak, harusnya itu tidak diungkap Gomez ke media karena merupakan 'rahasia dapur'.

Manajemen Persib akan memanggil Gomez dan mengultimatumnya agar tidak lagi bicara di luar batas kepada media. 

Pemberian sanksi untuk Gomez pun dipertimbangkan. "Saya kesel juga gitu loh, sebenarnya mau nahan diri (bicara ke media soal Gomez)," kata Zainuri.

Ia menegaskan, jajaran manajemen Persib bekerja dengan tugas dan fungsi masing-masing. Jika Umuh dinilai perhatian terhadap tim karena sering mendampingi tim, itu merupakan tugasnya sebagai manajer.*

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon