Dukungan Viking Persib kepada Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019 Bikin Gaduh

Dukungan Viking Persib kepada Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019 Bikin Gaduh
Dukungan Viking Persib kepada pasangan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019 menimbulkan kegaduhan di kalangan bobotoh.

Melalui media sosial Twitter, Facebook, dan Instagram, banyak bobotoh menyesalkan bahkan mengecam dukungan Viking Persib karena membawa-bawa nama bobotoh.

Perwakilan Viking membentangkan "Bobotoh Jokowi" saat foto.

Meski bobotoh artinya pendukung, namun istilah bobotoh selama ini sudah identik denan suporter Persib Bandung.

Dirigen Viking Persib, Yana Umar, pun memberikan klarifikasi. Dilansir laman vikingpersib.co.id, Yana menegaskan, pengurus pusat Viking tak pernah memberikan instruksi pada anggotanya untuk mendukung Jokowi-Maruf.

"Saya tidak tahu soal dukungan Viking untuk salah satu paslon Presiden. Secara organisasi kita tidak memaksakan dukungan ke salah satu satu calon Presiden, kalau secara pribadi mangga wae (silahkan saja), itu mah hak," kata Yana.

Melalui akun Instagramnya, Yana menuliskan Viking Persib Club (VPC) lahir karena kebersamaan dan keberanekaragaman.

Dalam unggahannya, ia juga mengupload foto dengan tulisan "2019 Ganti Kalakuan".Logo yang diunggah Yana mirip dengan logo #2019GantiPresiden.

Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Karim Suryadi menilai, klaim dukungan yang dilakukan beberapa orang tersebut tidak akan mewakili suara dari semua anggota Viking Persib Club yang begitu heterogen.

Viking Persib Club belum pernah melakukan pertemuan atau rapat besar dalam menentukan sikap politiknya pada Pilpres 2019.

"Sehingga, klaim mendukung salah satu pasangan calon tersebut merupakan aspirasi yang ditunjukan secara pribadi oleh anggota Viking Persib Club dan hal itu dinilai sah-sah saja," kata Karim dilansir Pikiran Rakyat.

“Bisa jadi, itu aspirasi sebagian anggota Viking dan itu tidak salah karena setiap orang punya hak politik. Hanya Viking yang tahu apakah itu aspirasi pribadi atau secara keseluruhan. Hingga kini, saya tidak mendengar Viking rapat untuk menentukan sikap politik. Karena itu, kuat dugaan saya, itu bukan perwakilan, tapi beberapa anggota Viking secara personal mengekspresikan aspirasinya,” tutur dia.

Diingatkannya, klaim yang dilakukan sebagian orang tersebut bisa mengancam keutuhan Viking Persib Club dari dalam.

“Viking Persib Club utuh dan bulat dalam mendukung Persib, tapi tak monolit secara politik. Karena itu, ekspresi sebagian anggota mendukung salah satu pasangan calon mestinya tidak mengatasnamakan Viking kalau belum ada mubes terlebih dahulu. Alih-alih menguatkan Viking, ia bisa mengancam keutuhannya dari dalam,” katanya.

Menurut Karim, tidak akan ada yang bisa mengarahkan Viking Persib Club dalam hal dukungan politik. Persiblah yang menguatkan dan menyatukan dukungan, bukan yang lain.

“Siapa yang bisa mengarahkan dukungan politik Viking seperti ia menyatukan dukungan untuk Persib? Tak akan ada, karena Persiblah yang menyatukan mereka, bukan yang lain. Adakah kekuatan politik yang membela Persib saat dijatuhi hukuman amat berat bahkan nyaris tidak masuk akal? Fans Liverpool sering berteriak, jika Anda tidak bisa bersama kami saat kami terpuruk, Anda jangan bersama kami ketika kami berjaya,” tuturnya.

Diketahui, dukungan Viking Persib kepada Jokowi dilatarbelakangi status Ketua Umum Viking Persib, Heru Joko, yang menjadi caleg di Kota Bandung dari Partai NasDem yang merupakan pendukung Jokowi.*

Dapatan info terbaru dari BandungAktual.com via Inbox Email Anda!

0 Response to "Dukungan Viking Persib kepada Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019 Bikin Gaduh"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel