Sponsors

Panpel Persib vs Persiwa Siapkan 24 Ribu Tiket
Persib Bandung menjamu Persiwa Wamena pada pertandingan leg kedua Piala Indonesia babak 32 besar di Stadion Si Jalak Harupat (SJH) Kab. Bandung, Senin (11/2/2019).

Panpel menyiapkan 23 hingga 24 ribu tiket untuk pertandingan yang rencananya disiarkan langsung RCTI dan Jawapostv mulai pukul 15.00 WIB itu.

General Coordinator Panpel Persib, Budhi Bram Rachman, berterima kasih akhirnya laga yang sempat tertunda itu akan bisa dilaksanakan.

"Kami sangat berterimakasih kepada Kapolres yang mendukung Persib sehingga bisa menggelar pertandingan di Jalak. Terimakasih juga kepada Pak Bupati dan Kadispora,” kata Bram, Jumat (8/2/2019).

Pihaknya kini terus berkoordinasi dengan pengelola terkait apa adanya kekurangan-kekuranga di venue yang akan dipakai nanti. Panpel Persib rencananya akan mencetak 24 ribu tiket penonton untuk diedarkan secara online maupun offline.

“Banyak koordinasi dengan pengelola terkait apa yang kurang. Kami sudah mpersiapkannya memang sudah dari jauh hari. Tidak ada perbedaan mau dimanapun digelar stadionnya. Kami akan mencetak tiket 23 atau 24 ribu,” jelasnya dikutip Simamaung.

Pengeloal SJH, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bandung, juga memastikan stadion siap digunakan.

Kepala Unit Teknis Stadion Si Jalak Harupat (SJH), R. Mulyana Ganjarpradja, menyatakan bahwa pihaknya tidak menemukan adanya kendala atau masalah teknis.

“Stadion Si Jalak Harupat siap. Seluruh komponen, seperti listrik, termasuk rumput, sudah ready. Tidak ada masalah. Sekarang kami persiapkan untuk pelayanan di hari H,” jelas Mulyana dalam rapat koordinasi di Mapolres Bandung, Jumat 8 Februari 2019, dilansir laman resmi Persib.

Meski demikian, laga ini belum pasti bisa terlaksana karena kubu Persiwa belum memastikan akan datang ke Bandung.

Persiwa mengancam akan mogok bermain karena kecewa dengan keputusan PSSI yang tidak menyatakan Persib kalah WO lantaran gagal menggelar pertandingan yang dijadwalkan 4 Februari di Stadion GBLA.

Manajer Persiwa Borgo Pane memandang PSSI tidak adil terhadap timnya. Menurutnya, berdasarkan regulasi, Persib  harusnya dihukum kalah walk out.

“Kita sangat kecewa kenapa regulasi tidak bisa ditaati (oleh PSSI),” kata Borgo dilansir Pikiran Rakyat.

Berdasarkan regulasi, harusnya penundaan laga diberitahukan maksimal H-7 jelang laga. Tapi, yang terjadi justru informasi disampaikan secara mendadak.

Persiwa pun sudah menyampaikan surat protes ke PSSI atas penundaan laga mendadak tersebut. Berbagai kerugian pun diungkapkan, mulai dari kerugian materi hingga psikis pemain.

Kini, Persiwa menunggu respon PSSI atas surat tersebut. Tim berjuluk ‘Badai Pegunungan’ itu ngotot ingin Persib kalah WO karena hal itu sesuai regulasi.

“Keinginan Persiwa PSSI tetap menjalankan regulasi,” tegas Borgo.

Persiwa pun memberi tenggat waktu hingga Sabtu (9/2/2019) bagi PSSI untuk menjawab protes dan permintaan tersebut. Jika jawaban tidak memuaskan atau bahkan tidak dibalas, Persiwa tidak akan melakoni laga.

“Kita tunggu sampai sabtu ya. (Kalau tidak memuaskan jawabannya) kita tidak datang (ke Bandung),” jelas Borgo.

Bukan hanya Persiwa yang merasa kecewa akibat ditundanya pertandingan 4 Februari di GBLA. Sebagian bobotoh juga mendesak Persib kalah WO karena gagal menggelar laga yang sudah dijadwakan sebelumnya. Di Twitter, banyak bobotoh menyatakan tidak akan datang ke stadion.*

Show comments
Hide comments

Post a Comment