Sponsors

Persib Minta Maaf kepada Aremania, Bobotoh Ingatkan Insiden Kanjuran di Liga 1 2018
Laga Arema FC versus Persib Bandung pada leg kedua 16 besar Piala Indonesia 2018 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (22/2/2019), menyisakan masalah.

Kubu Arema menduga pemain Persib melakukan ujaran kebencian sepulang dari Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Beredar di media sosial, video pemain Persib dari dalam kendaraan rantis yang ditumpangi melontarkan kalimat rasis untuk Aremania. Mereka melakukan itu karena merespons beberapa Aremania yang mengacungkan jari tengah ke arah kendaraan Persib ketika melintas.

Kubu Persib secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada Arema FC dan Aremania di web resminya, Sabtu (23/2/2019).

"Kami segenap manajemen P.T Persib Bandung Bermartabat (PBB) dan tim Persib menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-sebesarnya kepada pihak Arema FC dan Aremania terkait video berbau tindakan rasial/provokasi yang tengah ramai beredar saat ini," tulisnya.

"Seperti diketahui, bahwa pada hari Jumat, 22 Februari 2019 seusai pertandingan Leg 2 Babak 16 Besar Piala Indonesia antara tuan rumah Arema dengan Persib, telah terjadi aksi kurang terpuji yang diduga melibatkan beberapa awak tim dengan oknum suporter di Malang saat tim Persib meninggalkan stadion dengan kendaraan taktis (rantis)."

"Dalam hal ini, manajemen PT PBB dan tim Persib secara tegas menolak provokasi dalam bentuk apapun. Tidak ada unsur kesengajaan yang berpotensi bisa memecahbelah kedua pihak (Persib dan Arema)."

"Kami pun sangat mendukung kampanye perdamaian yang digagas oleh kapten tim Arema FC, Hamka Hamzah dan kapten tim Persib, Hariono saat laga leg pertama dan kedua berlangsung." 

"Sekali lagi kami sampaikan permohonan maaf atas segala bentuk kelalaian dan ketidaksengajaan. Semoga kejadian ini menjadi yang terakhir dalam persepakbolaan Indonesia serta menjadi bahan introspeksi bagi semua pihak."

Kami juga mengucapkan terimakasih kepada pihak Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan Arema yang telah menjamu, memfasilitasi, serta melayani rombongan Persib dengan sangat baik," demikian pernyataan resmi manajemen Persib.

Sebelumnya, Media Officer Arema, Sudarmaji, memberikan tanggapan terkait insiden, saat mobil rantis yang ditumpangi pemain Persib berusaha dihadang oleh Aremania.

"Kami merasa perlu untuk memberikan tanggapan terkait video yang beredar karena Arema sudah berusaha untuk menjaga dan membuat pertandingan kemarin berjalan aman dan lancar. Termasuk Aremania sudah mengubah sikapnya. Tapi jika sengaja diprovokasi tentu mereka akan bersikap beda,” katanya dikutip bola.com.

Menurut Sudarmaji, tindakan pemain Persib lewat vidio itu sudah membuat hubungan suporter Arema dengan Persib kembali bisa memanas. Untuk meredakannya, Arema meminta Persib segera menyampaikan permintaan maaf sekaligus klarifikasi.

“Kalau bisa secepatnya meminta maaf secara jantan kepada Aremania dan mengakui tindakannya itu salah. Arema akan bertindak untuk meredakan atau menahan Aremania agar tidak terprovokasi,” jelasnya.

"Pemain Persib merupakan idola bagi fans mereka. Jadi harusnya memberikan contoh yang baik. Tidak larut dalam euforia (lolos ke 8 besar Piala Indonesia) lalu menyampaikan umpatan lisan yang kontraproduktif dengan yang dikampanyekan pemain di lapangan,” sesalnya.

Dalam pertandingan itu, Arema ditahan Persib 2-2. Tim berjuluk Maung Bandung lolos karena lebih produktif mencetak gol di kandang lawan. Mengingat pertemuan pertama di Bandung kedua tim bermain imbang 1-1.

Kalangan bobotoh menyesalkan permintaan maaf Persib. Sebab, kubu Persib pernah mendapatkan perlakuan lebih dari sekadar kata-kata atau acungan jari tengah, tapi kekerasan fisik yang menyebabkan pelipis pelatih Mario Gomez berdarah karena lemparan batu Aremania yang menyerbu ke lapangan, di Liga 1 2018.*


Show comments
Hide comments

Post a Comment