Sponsors

Bobotoh Boikot Persib vs Perseru, Radovic Minta Pengertian
Pelatih Persib Bandung Miljan Radovic meminta bobotoh tetap mendukung pemain Persib yang akan berlaga melawan Perseru Serui pada partai terakhir Grup A Piala Presiden di Stadion Si Jalak Harupat, Selasa (12/3/2019).

Radovic mengaku tidak mengerti dengan aksi boikot yang dilakukan kelompok suporter Persib, Bobotoh Maung Bandung Bersatu (Bomber).

"Saya tidak mengerti, kalau t idak dukung saya ya support pemain atau Persib itu sendiri," kata Miljan Radovic, dikutip laman Simamaung, Senin (11/3/2019).

“Tidak ada alasan kenapa tidak support, karena saya pikir itu (hasil negatif) belum kompetisi dan saya minta mereka datang, kalau tidak bagus saya sendiri bicara tapi saya minta support dulu,” lanjut Radovic.

Menurut Miljan Radovic kemenangan di laga terakhir sangat penting agar Persib Bandung tak disebut sebagai juru kunci Grup A Piala Presiden 2019.

Miljan Radovic menegaskan, nasib buruk yang dialami Persib tak hanya terjadi di Indonesia. Klub-klub besar Eropa pernah mengalami nasib yang sama dengan Persib Bandung.

Saat di pramusim, banyak klub-klub Eropa yang gagal meraih kemenangan. Tapi di kompetisi resmi, klub-klub tersebut mampu berjaya dan meraih prestasi.

"Saya paham, jalan saya saat ini sulit tapi di Eropa pun sama, di pra musim seperti ini dan di kompetisi kita lihat," jelasnya.

Bobotoh Boikot Persib vs Perseru, Radovic Minta Pengertian
Sebelumnya, Bobotoh Maung Bandung Bersatu (Bomber) menyatakan sikap akan mengosongkan tribun yang biasa mereka tempati di selatan stadion.

Ketua Bomber Asep Abdul mengatakan, sikap tersebut bukan bersifat ajakan. Dirinya tidak menekan kelompok suporter Persib lain untuk mengikuti apa yang dilakukan Bomber.

“Ya itu sebenarnya Tribun Selatan saja. Intinya saya tidak mengajak bobotoh yang lain, saya kan kebetulan di Tribun Selatan Bomber, intinya Bomber untuk pertandingan besok tidak nonton dulu,” ungkap Asep.

Pengosongan Tribun Selatan itu adalah sebagai bentuk protes atau kritik Bomber kepada Manajemen Persib Bandung yang dianggap kurang tepat mengangkat Miljan Radovic dari Direktur Teknik menjadi pelatih kepala Persib.

“Saya ingin ada pembenahan total yang serius dari Persib, jadi intinya sebagai kritik, kritik membangun untuk Persib. Kemarin ada beberapa hal, terkait mengambil keputusan yang tidak tepat, itu kan pelatih (Miljan) diperuntukkan untuk direktur teknik, kenapa pada akhirnya menjadi pelatih kepala,” jelasnya.

Ditambahkannya, jika Radovic pelatih yang berkualitas, maka waktu yang tersedia mestinya bisa menjadikan tim sekarang berkarakter. Berkaca kepada hasil di Piala Presiden, Persib belum memperlihatkan permainan yang berkarakter hingga menelan kekalahan dua kali.

“Kemarin (Miljan) kontrak di Desember sekarang sudah Maret, intinya kalau pelatih yang betul betul profesional sudah bisa membangun karakter tim. Catatan dua pertandingan terakhir istilahnya tidak ada suatu progres untuk kesiapan liga,” paparnya.*

Show comments
Hide comments

Post a Comment