Pemkot Bandung Perangi Kelompok Anarko

Pemkot Bandung Perangi Kelompok Anarko
Kelompok Anarko dalam Aksi Demo Mahasiswa di Bandung.*
Pemerintah Kota Bandung menabuh genderang perang terhada gerakan atau kelompok Anarko, yakni kelompok yang diduga menjadi pemicu kerusuhan terutama dalam aksi-aksi demonstrasi.

Wali Kota Bandung, Oded M Danial, menerbitkan surat edaran tentang imbauan anti gerakan anarko, Senin 28 Oktober 2019.

Surat edaran tersebut langsung ditujukan bagi kepala perangkat daerah Kota Bandung, Camat se-Kota Bandung, Lurah se-Kota Bandung, Ormas/LSM dan komunitas se-Kota Bandung.

Oded mengeluarkan surat itu lantaran menyikapi situasi keamanan, ketertiban, dan ketentraman serta kondusivitas kota Bandung. 

Gerakan kelompok anarko dinilai mengarah kepada anarkisme, radikalisme yang bersifat anti pemerintahan.

"Meningkatkan sinergi dari aparatur keamanan, pemerintah, kepala sekolah, pimpinan perguruan tinggi untuk menjaga kerekatan sosial dan keamanan lingkungan berkaitan dengan munculnya kelompok anarko," ujarnya dalam surat edaran.

Ia pun mengajak agar masing masing pimpinan kewilayahan untuk membuat testimoni dan seruan baik melalui video, spanduk, media sosial menolak paham anarko, radikalisme dan anarkisme.

Sebelumnya, berbagai elemen masyarakat juga menyatakan menolak kehadiran kelompok Anarko di Kota Bandung. Bobotoh Persib juga menilai kelompok Anarko menjadi penyebab polisi menilai Bandung tidak kondusif yang berimbas pada izin pertandingan Persib di Bandung.

Ciri-ciri Kelompok Anarko
Sosiolog Universitas Nasional (Unas) Sigit Rochadi mengatakan, Anarko Sindikalisme (AS) merupakan kelompok yang tidak percaya sistem, norma dan aturan.

“Baginya aturan hanya alat untuk melanggengkan orang-orang yang telah mapan,” tutur Sigit kepada Okezone, Kamis (2/5/2019).

Sigit mengatakan kelompok Anarko Sindikalisme ini menentang dengan menghalalkan segala cara, seperti melakukan dengan tindakan yang anarkis.

“Bagi mereka anarkis merupakan satu-satunya cara untuk melawan,” katanya.

Kelompok Anarko biasanya menggenakan pakaian hitam-hitam dan penutup muka berwarna hitam. Mereka menjadi provokator dalam aksi demonstrasi buruh atau mahasiswa, serta melakukan aksi corat-coret atau vandaisme.

Kelompok Anarko juga biasa membawa bendera merah dan hitam dan juga bertuliskan lambang A. 

Sigit melanjutkan, kelompok Anarko Sindikalisme di Indonesia masih dalam tahap coba-coba ataupun tengah berkembang dikalangan masyarakat. “Mereka masih coba-coba,” jelas Sigit.

Tak hanya itu, Sigit mengingatkan jika kelompok ini semisalnya dapat berkembang maka akan menjadi sebuah kelompok yang sangat berbahaya.

“Kelompok ini belum benar-benar solid, masih dalam pembentukan. Jika solid kelompok ini sangat berbahaya,” tukas Sigit.*

Dapatan info terbaru dari BandungAktual.com via Inbox Email Anda!

0 Response to "Pemkot Bandung Perangi Kelompok Anarko"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel