PLTSa Gedebage Berubah Jadi TPPSA Legok Nangka

Posted by Bandung Aktual on April 8, 2014 | Follow @bandungaktual

PLTSa Gedebage Berubah Jadi TPPSA Legok Nangka
RENCANA Pemerintah Kota Bandung untuk membangun Pabrik Sampah PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) berdampingan dengan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (BLA) terancam batal. Pasalnya. rencana PLTSa Gedebage yang masih ditentang warga sekitar itu bakal berubah menjadi Tempat Pengelolaan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) di Legoknangka, Kabupaten Bandung.

Rencana pembangunan TPPAS Legoknangka itu dicanangkan Gubernur Jawa Barat,  Ahmad Heryawan, dengan menandatangani nota kesepahaman rencana pembangunan monorel (Masrapid Transit/MRT) Bandung Raya dan pengelolaan sampah dengan sistem alat pembakar sampah (incinerator) di TPPAS Legok Nangka bersama lima kepala daerah, di Gedung Sate Bandung, Selasa (8/4/2014). 

Kelima kepala daerah itu adalah Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Wali Kota Cimahi Atty Suharty, Bupati Bandung Dadang M. Naser, Bupati Bandung Barat H. Yayat S, Bupati Garut Rudi Gunawan, dan Bupati Sumedang yang diwakili Sekda Sumedang Zainal Alimin

TPPSA Legok Nangka yang berada di kawasan antara Kabupaten Garut dan Kabupaten Bandung akan menjadi tempat pembuangan dua kota dan empat kabupaten di Jabar itu. Gubernur menginginkan sistem pembuangan sampah itu memakai sistemincinerator.

"Kenapa incinerator karena kami ingin sampah itu hilang dengan sebenar-benarnya. Teknisnya nanti kita bicarakan, yang jelas kami sepakat bahwa sampah harus diolah dan diproses sehingga menghasilkan keuntungan," katanya seperti dikutip kompas.com.

"Diharapkan dengan adanya TPPAS Legoknangka yang merupakan pilot project yang akan diikuti dengan pelayanan TPPAS bersifat regional di daerah lain, dan ini akan menghasilkan pengolahan dan pemrosesan akhir sampah yang lebih baik," ujar Aher.
Untuk pengolahan sampah itu, sahamnya nanti akan dimiliki pemerintah baik pemprov maupun pemkot dan pemkab terkait.

Soal teknologi insenerator, saat ini baru itu yang direncanakan akan dipakai. Tapi tidak menutup kemungkinan akan menggunakan teknologi lain. "Insya Allah sekarang kita komitmen dulu, teknologinya nanti mana yang dipilih, tender dulu," jelas Aher seperti dikutip okezone.com.

Saat ini, aku Aher, sudah ada beberapa investor dari luar negeri yang siap membangun insenerator di lokasi. Tapi hal itu akan ditentukan dikemudian hari. Untuk anggaran pembangunan TPPAS Legoknangka dan segala perlengkapannya dibutuhkan dana sekira Rp2 triliun.

"Insya Allah kita akan bertemu sekali lagi dengan para pihak dan tentu perlu tanda tangan penegasan sekali lagi," ucap Aher.

Dengan demikian, isu PLTSa Gedebage kemungkinan akan tenggelam. Lagi pula, menurut seorang anggota DPDR Kota yang pernah ikut aksi demo bersama warga penentang PLTSa, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyatakan "lahir-batin" tidak setuju PLTSa. Hanya DPRD Bota Bandung --minus Fraksi PKS dan PPP-- yang menyetujuinya.

Sumber: Kompas.com/Okezone.com/Inilah.com

» Hatur Nuhun sudah baca PLTSa Gedebage Berubah Jadi TPPSA Legok Nangka

Previous
« Prev Post

1 Response to "PLTSa Gedebage Berubah Jadi TPPSA Legok Nangka"

  1. Jumat, 4 Januari 2013 | 19:23 WIB

    BANDUNG, KOMPAS.com -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) untuk menangani masalah sampah di Kota Bandung. Penanganan sampah dengan teknologi tinggi ini memungkinkan seluruh unsur sampah diolah menjadi output yang bermanfaat.

    "Kalau penanganan sampah secara total itu dilakukan, kita bakal menjadi pelopor penanganan sampah secara modern. Nantinya tidak ada lagi sampah dan sisa pengelolaannya yang tidak bermanfaat," kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan saat menyerahkan bantuan keuangan Provinsi Jabar kepada Pemerintah Kota Bandung di Balai Kota Bandung, Jumat (4/1/2013).

    Heryawan menjelaskan, penanganan sampah secara total dimaksud melalui PLTSa. PLTSa sangat berbeda dengan penanganan sampah konvesional, yakni metoda timbun-tutup. Hampir seluruh tempat pengelolaan sampah (TPA) di Indonesia masih konvensional. Nantinya, kabupaten/kota se-Jabar, kata dia, akan didorong agar memiliki pengelolaan sampah yang baik. Sementara pemprov akan menangani koneksi penanganan lintas kabupaten/kota dan penyelesaian akhir persampahan.

    "Bandung itu kota bersejarah, dikenang banyak pemimpin dunia. Kita kenal Konferensi Asia-Afrika. Dengan penanganan persampahan berteknologi tinggi, Bandung sebagai kota Varis van Java yang dulu dikenal luas, akan kembali (indah) lagi," tutur Heryawan optimistis.

    Menurut catatan, setiap hari jumlah sampah Kota Bandung yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti Kabupaten Bandung Barat sekitar 700 ton, sedangkan PLTSa mampu menyerap sekitar 500 ton per hari.

    Pengelolaan PLTSa, manurut Heryawan, kemungkinan akan melibatkan pihak swasta. Diharap revenue yang bakal didulang dari penjualan tenaga listrik dapat menutupi dua per tiga total investasi.

    Tercatat sejumlah perusahaan telah melirik PLTSa Bandung, antara lain PT Godang Tua Jaya, pelopor listrik sampah di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi. Untuk PLTSa Bandung, investasi yang dibutuhkan sekitar Rp 700 miliar.

    Kelayakan PLTsa Bandung telah direkomendasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi Bandung.

    ReplyDelete