Pemkot Bandung Bangun PLTSa Biodigester di Pasirimpun

Posted by Bandung Aktual on July 19, 2016 | Follow @bandungaktual

Pemkot Bandung Bangun PLTSa Biodigester di Pasirimpun
BandungAktual.com -- Pemerintah Kota Bandung segera membangun Pabrik Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dengan menggunakan teknologi biodigester di Pasirimpun, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung.

Menurut rencana peletakan batu pertama PLTSa Biodigester dilakukan September 2016. Pembangunan ditarget selesai dalam waktu sekitar tujuh bulan.

PLTSa Biodigester dibangun untuk mengurangi sampah. Pemkot Bandung sudah membeli teknologi Biodigester dari Jerman dengan kapasitas pengolahan 200 ton sampah organik.

"Sudah kami siapkan lahannya sekitar 5 hektare di Pasirimpun," kata Direktur Utama Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung, Deni Nurdiana, Senin (18/7/2016).

Menurut Deni, PD Kebersihan menggandeng PT Bumi Resik Jakarta yang bekerja sama dengan teknisi Jerman. 

Sesuai dengan aturan, kerja sama harus dilakukan dengan perusahaan dalam negeri. Pola kerja sama tersebut lebih menguntungkan karena sama sekali tidak memberlakukan tipping fee yang harus dibayar Pemkot Bandung.

Proyek biodigester tersebut senilai Rp 150 miliar. Semuanya menjadi tanggung jawab perusahaan rekanan PD Kebersihan. "Kami hanya menyiapkan lahan," ujar Deni dikutip Pikiran Rakyat.
Energi listrik yang dihasilkan PLTSa Biodigester sekitar 5 megawatt.

Hingga tahun keempat investasi, PD Kebersihan tidak akan mendapat bagi hasil. Baru pada tahun kelima, rencananya akan diberlakukan skema bagi hasil 70:30 untuk mitra dan PD Kebersihan. 

"Paling tidak untuk tahun awal, 200 ton dari 1.500 ton sampah Kota Bandung tertangani," kata Deni.

Untuk mengelola 1.300 ton sampah lainnya, saat ini Pemerintah Kota Bandung sedang membuka lelang pengadaan PLTSa dengan teknologi noninsinerasi (non-pembakaran). Teknologi tersebut bisa berupa biodigester atau gasifikasi yang dinilai ramah lingkungan.

Sebelumnya, Pemkot Bandung berenana membangun PLTSa dengan teknologi insinerator di kawasan Gedebage Bandung, dekat Stadion GBLA. Namun, rencana tersebut mendapatkan penolakan dari warga sekitar dan aktivis lingkungan.

Belakangan, pengadaan PLTSa dinilai melanggar aturan dan dinyatakan  dibatalkan demi hukum. 


PLTSa Biodigester Ramah Lingkungan

Sebelumnya, Deni mengklaim PLTSa dengan teknologi biodigester ramah lingkungan dan lebih murah. Dengan teknologi ini, pengolahan sampah organik tidak dilakukan melalui sistem pembakaran.

"Selain ramah lingkungan, biayanya pun lebih murah. Dan yang paling penting, Kota Bandung tidak harus mengeluarkan biaya sepeser pun karena akan mendapatkan sumbangan dari Jepang,” ujar Deni, Senin (15/2/2016), dikutip Fokus Jabar.

Selain itu, pengolahan sampah organik di PLTSa yang menggunakan teknologi Biodigester bisa mengurangi pengeluaran Kota Bandung untuk pembayaran tipping fee untuk pembuangan sampah ke TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.

Dalam satu tahun, Pemkot Bandung harus mengeluarkan biaya sebesar Rp14 milyar untuk pembayaran tipping fee.

Dengan teknologi biodigester, sampah atau limbah organik akan diolah dengan cara fermentasi anaerob (tanpa oksigen). Biodigester, diharapkan mampu menggeser pola pengelolaan sampah yang tadinya tersentralisasi di sebuah TPA, menjadi terdesentralisasi atau pengolahan sampah yang dilakukan lebih dekat dengan sumbernya.

Menurut Deni, pembangunan PLTSa Biodigester diperkirakan selesai Oktober 2016.*

» Hatur Nuhun sudah baca Pemkot Bandung Bangun PLTSa Biodigester di Pasirimpun

Previous
« Prev Post

0 Response to "Pemkot Bandung Bangun PLTSa Biodigester di Pasirimpun"