Ridwan Kamil: Ayi Vivananda Post Power Syndrome

Posted by Bandung Aktual on August 17, 2016 | Follow @bandungaktual

Ridwan Kamil: Ayi Vivananda Post Power Syndrome
Emil menantang balik Ayi Vivananda untuk bisa menunjukkan prestasi.

BandungAktual.com -- Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, menilai mantan Wakil Wali Kota Bandung, Ayi Vivananda, mengalami Post Power Syndrome --sindroma pasca berkuasa yang dialami oleh orang yang dulunya punya kekuasaan.

Hal itu dikemukakan Emil --sapaan Ridwan Kamil-- menanggapi kritikan Ayi yang menyebutkan kepemimpinan Emil kurang humanis dan menggerus budaya Sunda. (Baca: Ayi Siap Maju Pilwalkot Bandung 2018)

Menurut Emil, Ayi Vivananda sedang mencari-cari kesalahannya karena bakal maju di Pilwakot Bandung di 2018.

"Sekarang tanya Pak Ayi, motivasinya apa? Ingin jadi Wali Kota kan? Pak Ayi bagi saya adalah post power syndrome, itu saja. Kalau orang sudah berpolitik, dia kunci dulu tujuannya baru cari alasan. Karena tujuannya ingin jadi Wali Kota lagi maka cari alasan untuk menjustifikasi kembali,” tegas Ridwan Kamil dikutip okterus.com.

Emil menegaskan, dirinya justru sudah cukup dekat dengan masyarakat. 

"Kritikannya saya jawab, katanya tidak humanis saya setiap Senin jadi pembina upacara (di sekolah) mendekatkan diri pada rakyat, setiap Rabu makan dengan PNS mendekatkan diri pada birokrasi, setiap Malam Minggu Wakil Wali Kota makan malam bersama warga miskin, saya bersepeda setiap hari berkeliling ke macam tempat, kurang humanis apa lagi dari sisi kemanusiaan kita sudah sangat dekat?” terangnya.

Mengenai budaya sunda, Kang emil menyatakan bahwa sudah melakukan peningkatan nilai kesundaan bahkan telah memperluasnya dengan program Rebo Nyunda.

"Di zaman kita di mana ada program Rebo Nyunda bisa hadir di sekolah, itu mewujudkan budaya Sunda kita kuatkan, di sekolah, di kantor, di Bank BCA budaya Sunda hadir di zaman kita,” tuturnya.

"Jadi kalau orang sudah berpolitik alasan itu dicari. Saya tidak anti-kritik, tapi kalau tidak berbasis data menurut saya debatable. Tapi kalau yang membuat statement-nya orang yang pernah jadi wakil wali kota dan punya keinginan jadi wali kota 'kan sudah kebaca motivasinya. Mencari alasan pembenaran supaya kembali lagi berkuasa,” jelasnya.

Emil bahkan menantang balik Ayi Vivananda untuk bisa menunjukkan prestasi yang sudah dicapainya selama ini.

"Kalau Pak Ayi mengkritik dengan cara begitu, saya balikkan waktu dia jadi Wakil Wali Kota apa kiprahnya?” tutup Emil.*

» Hatur Nuhun sudah baca Ridwan Kamil: Ayi Vivananda Post Power Syndrome

Previous
« Prev Post

0 Response to "Ridwan Kamil: Ayi Vivananda Post Power Syndrome"